Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendorong kepolisian segera menangkap sindikat pencopet di Jakarta Fair 2026 yang viral. Ia juga meminta adanya gebrakan dari segi keamanan selama PRJ.
Sebelumnya, beredar di media sosial sebuah video yang merekam komplotan pencopet tengah beraksi di Jakarta Fair 2026. Tampak korban, seorang wanita, sedang melihat-lihat barang di sebuah booth atau stan.
Advertisement
Kemudian, beberapa pelaku yang diduga satu komplotan itu mendekati korban dan mengambil ponsel milik korban.
“Saya minta kepolisian segera tangkap pelaku dan bongkar sindikat copet ini. Yang bikin miris, masa iya puluhan tahun Jakarta Fair masih saja identik dengan copet? Selalu saja slogannya, jaga dompet dan handphone kalau ke Jakarta Fair karena banyak copet. Ini harus dibenahi,” kata Sahroni, Selasa (16/6).
“Polisi dan panitia harus menempatkan CCTV ekstra, tidak boleh ada blind spot. Pokoknya harus ada gebrakan, tidak bisa ini jadi masalah tahunan. Minimal para pelaku dipastikan ditangkap dan barang korban bisa dikembalikan.”
Sahroni menilai Jakarta Fair merupakan salah satu agenda tahunan terbesar dan paling dinantikan masyarakat Jakarta. Karena itu, aspek keamanan harus menjadi perhatian utama.
“Jakarta Fair itu pesta rakyat yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Jangan sampai kesenangan masyarakat Jakarta selalu terganggu karena ulah pelaku kejahatan yang merasa bisa beraksi dengan leluasa. Jadi harus ada gebrakan pengamanan.”
“Tempatkan petugas di banyak sudut agar masyarakat merasa aman dan bisa merespons cepat kalau ada kejadian,” tutup Sahroni.
Viral Copet Beraksi di Jakarta Fair, Aksinya Terekam CCTV
Seorang wanita menjadi korban pencopetan saat tengah berkunjung ke area pameran Jakarta Fair. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan detik-detik komplotan pelaku menjalankan aksinya kini viral di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, korban awalnya terlihat sedang fokus memperhatikan produk telepon seluler di salah satu stan pameran. Saat perhatian korban teralihkan oleh barang di depannya, tiga orang yang diduga kuat merupakan komplotan pencopet mulai bergerak mendekat secara terencana.
Dua pelaku di antaranya berpura-pura menjadi pengunjung biasa yang ikut melihat produk di lokasi demi memecah konsentrasi korban.
Ketika situasi dirasa aman, seorang pelaku lainnya mendekat dari sisi berbeda dan langsung merogoh telepon genggam yang berada di dalam tas korban tanpa disadari. Aksi pencurian tersebut berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan detik, dan para pelaku langsung bergegas meninggalkan lokasi setelah berhasil membawa barang curian.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengonfirmasi bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Saat ini, penanganan laporan kasus pencurian itu ditangani oleh tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat.
“Sudah, korban membuat laporan polisi di Polres Jakpus,” kata Agung saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa aparat kepolisian saat ini tengah mengidentifikasi komplotan pelaku tersebut.
Polisi memaksimalkan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan teknologi pengenalan wajah untuk melacak identitas para pencopet.
“Masih dilakukan proses penyelidikan dengan upaya digital forensik untuk pelacakan handphone korban dan face recognition terhadap kemiripan wajah yang diduga pelaku dari CCTV JIExpo,” ujar Agung.
Saat ditanya lebih lanjut apakah ada pelaku lain yang telah ditangkap selama gelaran PRJ tahun ini, Agung belum memberikan rincian. Namun, ia menegaskan komitmen jajarannya untuk segera mengungkap kasus tersebut.
“Kita upayakan ungkap pelakunya yang terekam di CCTV,” tegas Agung.