Jejak Indonesia Tersimpan di Library of Congress

Kunjungan Indroyono Soesilo ke Library of Congress menegaskan pentingnya diplomasi pengetahuan dalam memperkuat posisi Indonesia.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 12 Juni 2026, 00:51 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo berkunjung ke Library of Congress pada Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Dalam konteks penguatan hubungan budaya dan intelektual Indonesia-Amerika Serikat, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, berkunjung ke Library of Congress pada Rabu, 10 Juni 2026.

Kunjungan tersebut didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC.

Rombongan diterima oleh Sarah Rhodes dari Congressional and Intergovernmental Office serta Naomi dari Copyright Office.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang penguatan kerja sama antara Library of Congress dan perpustakaan-perpustakaan di Indonesia, mulai dari pertukaran buku, pengayaan koleksi, hingga perluasan akses masyarakat terhadap pengetahuan.

 

"Koleksi Indonesia yang tersimpan di Library of Congress merupakan bukti bahwa bangsa kita memiliki kontribusi penting dalam khazanah pengetahuan dunia. Setiap buku, manuskrip, arsip, dan karya intelektual Indonesia yang hadir di sini menjadi duta bangsa yang memperkenalkan sejarah, budaya, pemikiran, dan pencapaian Indonesia kepada masyarakat internasional," kata Indroyono dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Perlu diketahui, Library of Congress dikenal sebagai perpustakaan terbesar di dunia dengan lebih dari 170 juta koleksi yang mencakup sekitar 39 juta buku dan bahan cetak dalam 470 bahasa, 73 juta manuskrip, jutaan foto, peta, rekaman musik, serta arsip suara.

Di antara koleksi tersebut, sekitar 190.000 berasal dari Indonesia, mencerminkan kekayaan warisan intelektual dan budaya bangsa yang telah menjadi bagian dari lanskap pengetahuan global.

Jejak Indonesia juga tercermin melalui koleksi yang mendokumentasikan perjalanan para pemimpin nasional. Library of Congress menyimpan lebih dari 1.100 buku tentang Presiden Soekarno, 918 buku mengenai Presiden Soeharto, serta berbagai karya tentang Presiden B.J. Habibie.

Selain itu, American Folklife Center juga menyimpan rekaman dan dokumentasi budaya Indonesia yang berasal dari periode 1893 hingga 2009.

Salah satu koleksi Indonesia yang paling berharga adalah manuskrip Jawa beriluminasi tahun 1862 berjudul Pangkat-pangkat caritanipun serat babad ing Tanah Jawi sedhaya, yang mengisahkan sejarah Jawa dan penyebaran Islam dengan ilustrasi artistik bernilai sejarah dan estetika tinggi.

 

Serahkan Buku

Dalam pertemuan tersebut, Indroyono menyerahkan buku karyanya berjudul Teknologi Maritim & Teknologi Pertahanan Indonesia (Edisi ke-3, 2018) kepada Library of Congress.

Penyerahan ini menambah jumlah karya beliau yang tersimpan di perpustakaan tersebut menjadi 20 judul.

"Perpustakaan, museum, galeri, dan arsip adalah empat pilar peradaban yang menjaga memori kolektif bangsa. Melalui kerja sama antar-lembaga pengetahuan, kita tidak hanya melestarikan warisan masa lalu, tetapi juga membangun jembatan bagi generasi masa depan untuk saling memahami dan belajar satu sama lain," ungkap Indroyono.

Dia juga menyampaikan rencana kunjungan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973 pada 1 Juli 2026 yang akan menyumbangkan sekitar 100 judul buku dan atlas ke Library of Congress.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran intelektual dan budaya Indonesia di panggung global.

"Kami berharap semakin banyak akademisi, penulis, peneliti, perguruan tinggi, dan komunitas Indonesia yang berpartisipasi memperkaya koleksi tentang Indonesia di perpustakaan-perpustakaan dunia. Kehadiran karya-karya Indonesia di pusat-pusat pengetahuan global akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia," tutup Indroyono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya