Heboh Kabar 3 Santri di Lombok Tengah Dibakar, Ini Penjelasan Polisi

Satu santri dikabarkan meninggal dunia.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 04 Juni 2026, 20:54 WIB
Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden)

 

Liputan6.com, Jakarta - Tiga orang santri di pondok pesantren Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang dibakar. Peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lombok Tengah, AKP Punguam Hutahaean, sedang menyelidiki kasus ini setelah menerima laporan dari orang tua korban.

"Informasi baru kami terima hari ini dari laporan orang tua korban," kata AKP Punguam. Dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2026).

Penyidik sedang meminta keterangan para pihak terkait dan mengumpulkan alat bukti di lapangan.

 

Duduk Perkara

Kasus tersebut mencuat setelah Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi menyoroti video yang beredar di media sosial Facebook dan diunggah pemilik akun bernama @Tiara Erna BenKinara Cahya. Video itu memperlihatkan kondisi salah seorang korban yang mengalami luka bakar.

Dalam video itu, korban tampak meringis kesakitan dengan sejumlah bagian tubuh dibalut perban saat menjalani perawatan di rumah sakit. Korban juga mengeluhkan rasa sakit pada bagian badan dan kaki.

Berdasarkan hasil penelusuran LPA, peristiwa tersebut terjadi pada November 2025, namun kembali menjadi perhatian publik setelah video korban beredar luas di media sosial.

Joko mengatakan terdapat tiga santri yang diduga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka diduga disiram bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri.

"Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia," ujarnya.

Menurut informasi awal yang diterima LPA, dua korban mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Polres Lombok Tengah saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan memastikan dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya