Teddy Bela Prabowo: Salah Besar Kunjungan Luar Negeri Dibilang Gagah-gagahan

Dia menegaskan bahwa kunjungan Prabowo bukan sekedar seremonial pertemuan saja.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 01 Juni 2026, 22:52 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan di Turki dengan bertolak menuju Antalya, Jumat, 11 April 2025. Di tengah cuaca dingin salju, Prabowo melambaikan tangan kepada para pelepas sebelum memasuki pesawat kepresidenan RI. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sejumlah hal yang berhasil dicapai dari hasil kunjungan kerja maupun kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara dalam 1,5 tahun. Dia menegaskan bahwa kunjungan Prabowo bukan sekedar seremonial pertemuan saja.

Hal ini disampaikan Teddy menjawab kritikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyebut Prabowo terlalu sering ke luar negeri.

"Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," kata Teddy melalui video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).

Pertama, soal bergabungnya Indonesia ke kelompok ekonomi BRICS pada Januari 2025. Teddy menjelaskan keiikutersertaan Indonesia ke BRICS membuat stok pangan dan BBM nasional aman di tengah krisis dunia.

"Indonesia masuk BRICS. Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," jelasnya.

Prabowo juga menandatangani kesepakatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), usai proses negosiasi yang alot selama 10 tahun. Dengan perjanjian ini, hampir semua barang impor baik dari Indonesia dan Uni Eropa akan dikenakan tarif 0 persen.

"Kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," tutur Teddy.

Menurut dia, total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal. Teddy mencontohkan Prabowo berhasil mengantongi investasi sebesar Rp 575 triliun dari kunjungannya ke Jepang dan Korea Selatan beberapa bulan lalu.

"Bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp 575 triliun," ujarnya.

Keempat, Teddy menuturkan Indonesia saat ini memiliki alat pertahanan yang kuat. Hal ini berkat diplomasi dan kunjungan luar negeri yang selama ini dilakukan Prabowo.

"Sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang. Dan itu dari banyak sekali negara, Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara," jelas dia.

Kelima, Teddy mengatakan program ibadah haji tahun 2025 dan 2026 berjalan lancar serta hampir tidak ada kendala-kendala yang signifikan. Bahkan, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki perkampungan haji di Arab Saudi.

"Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," ucap Teddy.

Serius Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Teddy menekankan Prabowo betul-betul berperan aktif dalam kemerdekaan Palestina. Keberhasilan diplomasi Prabowo membuat Indonesia mampu melakukan pengiriman bantuan ke Palestina melalui jalur udara..

"Kita ada drop-off logistik dari udara, sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat," kata dia.

"Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia, sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini, dan lain sebagainya," imbuh Teddy.

Terakhir, Teddy menyampaikan pemerintah berhasil membebaskan dan memulangkan sejumlah WNI yang ditangkap otoritas Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Dia menegaskan bahwa ketujuh hal itu merupakan beberapa hasil konkret dari kunjungan yang dilakukan Prabowo dan hubungannya dengan para pemimpin negara.

"Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan, karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya. Itu yang kita utamakan," ujar dia.

Di sisi lain, Teddy mengatakan bahwa pemerintah terbuka dalam menerima kritikan dan masukan dari berbagai pihak. Namun, dia meminta agar kritikan tak mengaburkan fakta yang hasil konkret yang sudah dikerjakan pemerintah.

"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," pungkas Teddy.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya