Hasil Investigasi Sumatra Blackout: Kabel Transmisi SUTET Terputus Tidak Rapi

Tim gabungan melakukan olah TKP di Tower 175 dan 176 jaringan transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

oleh DelviraDiterbitkan 25 Mei 2026, 11:47 WIB
Kabel SUTET yang terputus penyebab Sumatra Blackout. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi turun tangan menyelidiki tragedi mati lampu serentak di sebagian besar wilayah Sumatra pada akhir pekan lalu, Jumat (22/5/2026). Polisi membeberkan hasil investigasi awal kejadian Sumatra Blackout

Tim gabungan telah melakukan olah TKP di Tower 175 dan 176 jaringan transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dari lokasi tersebut, ditemukan kabel transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh dalam kondisi putus.

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin memastikan, kejadian kabel yang terputus tersebut bukan sabotase. Kesimpulan itu diambil dari hasil temuan di lapangan.

“Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” tegas Nunung dalam Konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Polisi memastikan tidak menemukan adanya unsur kesengajaan atau sabotase pada pemadaman massal tersebut. Hasil investigasi sementara justru mengarah pada gangguan teknis pada sistem transmisi kelistrikan yang dipicu kondisi cuaca ekstrem.

“Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan," kata Nunung. 

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Oleh karena itu, kami tekankan kepada seluruh masyarakat bahwa kami imbau agar tetap tenang dan tidak resah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta adanya narasi-narasi yang menyesatkan bahwa seolah-olah ini adalah sabotase,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya