Alasan KNKT Belum Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi Timur

Dalam situasi jalur kereta yang tidak steril akibat kecelakaan, sinyal perjalanan kereta seharusnya menunjukkan warna merah.

oleh DelviraDiterbitkan 21 Mei 2026, 16:32 WIB
Paparan Menhub soal kecelakaan KA Argo Bromo seruduk KRL di Bekasi Timur

Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum menyimpulkan penyebab kecelakaan maut antara KA Argo Anggrek dan KRL Commuterline di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi Senin 27 April 2026, malam. Hal itu disampaikan Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono dalam rapat bersama di Gedung DPR, Kamis (21/5/2026).

"Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan," ujar Soerjanto.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menanyakan soal sinyal hijau yang membuat KA Argo Anggrek bergerak. KNKT menjelaskan sinyal lampu hijau yang diberikan kepada KA Argo Anggrek sesaat sebelum terjadinya kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. 

 "Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?" tanya Lasarus.

Lasarus menekankan pentingnya informasi mengenai status sinyal untuk memahami penyebab kecelakaan yang terjadi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengakui KA Argo Anggrek berjalan setelah ada sinyal hijau.

"Sinyalnya hijau Pak," jawab Soerjanto.

Lasarus kemudian mempertanyakan. "Harusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle," tanya dia.

KNKT tidak menjawab alasan sinyal hijau menyala. Soerjanto mengatakan, informasi yang disampaikan saat ini masih merupakan data awal yang bersifat faktual, dan belum terdapat analisis mendalam.

 

 

Selang Waktu Dua Kecelakaan 3 Menit 43 Detik

Soerjanto menjelaskan jeda waktu antara insiden kecelakaan KRL yang tertabrak mobil taksi dan tabrakan selanjutnya antara KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur. Jeda waktu tersebut hanya berlangsung selama 3 menit 43 detik.

"Jadi 20:52:12 terjadi tabrakan, jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jeda waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik. Jadi memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo," ujar Soerjanto.

Menurut keterangan dari KNKT, kecelakaan tersebut diawali ketika KA 5568A Commuter Line tiba dan berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.48.13 hingga 20.48.29 WIB. Setelah itu, pada pukul 20.48.29 WIB, terjadi tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dan mobil taksi di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir.

Usai proses naik turun penumpang, KA 5568A bergerak sejauh 1,69 meter sebelum akhirnya berhenti kembali.

"KA 5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69 meter, jadi cuma pendek saja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu," jelasnya.

Di sisi lain, KA Argo Bromo Anggrek mulai melaju di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.50.43 WIB dengan sinyal keluar berwarna hijau. Pada pukul 20.52.12 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KA Commuter Line yang masih berada di jalur Stasiun Bekasi Timur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya