Cerita dari Jonggol, Gerai Kecil Otiv Antarkan Anak ke Bangku Kuliah

Ini kisah sang Jawara BRILink yang menginspirasi banyak agen lewat cerita sukses dan penghargaannya yang seabrek.

oleh SupriatinDiterbitkan 21 Mei 2026, 11:24 WIB
Otiv Pemilik Usaha BRILink di Jonggol

Liputan6.com, Jakarta - Pukul delapan pagi, pintu konter kecil milik Otiv di kawasan Jonggol, Bogor, Jawa Barat sudah terbuka. Sampai malam, sekitar pukul sembilan, tempat itu nyaris tak pernah sepi.

Orang datang silih berganti. Mayoritas pelanggan datang untuk tarik tunai, setor uang, bayar listrik, hingga cicilan leasing. Warga sekitar mengenal tempat itu sebagai salah satu agen BRILink yang cukup ramai di wilayah Jonggol.

Otiv, pria kelahiran 11 September 1979 itu, mengaku awalnya tidak memahami apa itu BRILink. Pada 2016, ayahnya Ujang, mengajukan pinjaman KUR BRI sekitar Rp 40 juta untuk membeli tanah. Dari situlah pihak BRI menawarkan agar keluarganya membuka layanan BRILink.

“Dulu saya enggak ngerti BRILink itu apa,” kata Otiv sambil tertawa saat berbincang dengan Liputan6.com, Minggu, 10 Mei 2026.

Sebelum BRILink, Otiv lebih dulu membuka usaha konter handphone. Dia juga pernah bekerja sebagai marketing di perusahaan pembiayaan Mega Finance. Tawaran membuka BRILink akhirnya diterima setelah adiknya yang bekerja di BRI membantu proses awalnya.

Mesin EDC pertama datang sepekan setelah pendaftaran. Namun memulai usaha itu tentu saja tidak langsung ramai. Hari pertama dan kedua, tidak ada transaksi sama sekali.

Orang-orang hanya mengenal tokonya sebagai konter HP biasa. Belum ada spanduk. Belum banyak yang tahu ada layanan BRILink di sana.

Dengan modal awal Rp 10 juta, uang itu bahkan tidak habis dipakai transaksi sampai tiga atau empat hari pertama.

Beberapa hari kemudian situasi berubah. Ketika kantor cabang BRI Jonggol sedang offline, nasabah mulai diarahkan ke tempatnya. Dari situ orang mulai tahu ada agen BRILink tak jauh dari kantor bank.

"Akhirnya orang-orang mulai tahu,” katanya.

Sejak saat itu, transaksi terus meningkat. Biasanya, transaksi paling ramai terjadi pada awal bulan. Terutama tanggal 1 sampai 10 saat banyak pelanggan baru menerima gaji.

Meski transaksi besar sering terjadi, Otiv mengaku tidak pernah menaikkan tarif jasa terlalu tinggi sejak awal membuka usaha. Untuk tarik tunai, misalnya, biaya yang dikenakan tetap dihitung Rp 5 ribu per Rp 5 juta transaksi.

“Itu aja buat saya sudah cukup. Alhamdulillah,” ucapnya.

 

BRILink jadi Alternatif Praktis

Sudah 10 tahun usaha BRILink Otiv berjalan. Berbeda dengan awal-awal membuka usaha, kini perputaran uang di gerainya jauh lebih besar. Dalam sehari, Otiv menyiapkan uang tunai rata-rata Rp 300 juta hingga Rp 500 juta untuk melayani transaksi pelanggan.

“Kalau di bawah Rp 300 juta buat satu hari, biasanya harus cari tambahan lagi,” katanya.

Meski begitu, Otiv tidak pernah menghitung total perputaran uang setiap bulan. Semua berjalan begitu saja mengikuti ritme transaksi harian. Dia hanya mencatat pembukaan saldo dan mengecek jika ada selisih.

“Kalau minus baru dicek lagi. Kadang ada aja yang loss satu hari,” ucapnya.

Usaha yang dijalankan Otiv juga sempat melewati masa pandemi Covid-19. Namun berbeda dengan banyak usaha lain yang terpukul, transaksi di gerai milik Otiv justru meningkat cukup tajam.

Saat pembatasan aktivitas diberlakukan, banyak warga memilih tidak datang ke kantor bank. Di sisi lain, transaksi digital mulai semakin sering digunakan masyarakat. Kondisi itu membuat agen BRILink menjadi alternatif yang lebih praktis.

Kenaikan transaksi saat pandemi Covid-19 terasa sangat signifikan. Dia memang tidak menghitung persentase secara detail, tetapi keuntungan usahanya saat itu meningkat drastis.

“Hampir 100 persen lebih kayaknya,” ujarnya.

Otiv Pemilik Usaha BRILink di Jonggol

Penghargaan Mengalir

Setelah transaksi meningkat tajam, Otiv beberapa kali mendapat penghargaan dari BRI. Bahkan, usaha kecil itu sempat mengantarkan sang ayah meraih hadiah umrah gratis hingga sepeda motor.

Otiv mengaku, pada masa awal menjadi agen BRILink, BRI rutin memberikan reward kepada agen dengan transaksi terbanyak. Saat itu, dia memilih fokus penuh melayani transaksi pelanggan dari pagi hingga malam.

Hasilnya mulai terlihat dalam enam bulan pertama. Gerai miliknya berhasil menjadi juara dua tingkat cabang.

“Semester pertama juara dua cabang, Alhamdulillah dapat umrah,” katanya.

Pada semester berikutnya, dia naik menjadi peringkat pertama di tingkat cabang. Tahun-tahun setelahnya, jumlah transaksi di gerainya terus meningkat hingga membuat namanya masuk peringkat nasional.

Otiv mengaku sempat diundang ke kantor pusat BRI setelah gerainya disebut masuk tujuh besar nasional pada 2022. Dari pencapaian itu, dia juga mendapat hadiah sepeda motor Yamaha NMax.

Menurut Otiv, penghargaan itu dulu murni dihitung dari banyaknya transaksi yang dilakukan agen BRILink. Karena itu, dia memilih fokus melayani transaksi harian pelanggan dibanding menawarkan produk lain.

Kini, penilaian agen tidak hanya berdasarkan jumlah transaksi, tetapi juga penjualan produk tambahan seperti asuransi atau pinjaman. Namun Otiv mengaku tidak terlalu mengikuti hal tersebut.

“Soalnya saya fokus ke transaksi aja,” ujarnya.

Kuliahkan Anak, Beli Aset, Tambah Usaha

Dari usaha BRILink, sedikit demi sedikit Otiv menambah jenis usaha. Kini dia sudah membangun usaha fried chicken yang dikelola sang istri.

Otiv mengatakan, modal usaha itu berasal dari penghasilan BRILink yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.

“Istri juga bantu di sini. Dari sini modalnya, terus bikin toko usaha,” ujarnya.

Selain membuka usaha tambahan, keuntungan dari BRILink juga digunakan untuk membeli sejumlah aset. Meski tidak besar, Otiv bersyukur usahanya perlahan bisa membawanya memiliki kendaraan dan sebidang tanah.

“Ada kendaraan sama tanah juga,” katanya.

Dia kini juga memiliki dua motor dan satu mobil. Bagi Otiv, pencapaian terbesar dari usaha yang dirintisnya bukan hanya soal aset. Dari gerai kecil tempatnya bekerja setiap hari, dia kini juga bisa membiayai pendidikan anak-anaknya.

Otiv memiliki dua anak. Anak pertamanya kini sudah duduk di bangku kuliah semester dua.

“Biaya kuliah dari sini juga, dari mana lagi,” katanya sambil tertawa.

 

Otiv Pemilik Usaha BRILink di Jonggol

Agen BRILink Pertama di Jonggol

Sepuluh tahun menjalankan BRILink membuat nama Otiv dikenal luas di wilayah Jonggol dan sekitarnya. Bukan hanya sebagai agen dengan transaksi besar, tetapi juga sosok yang menginspirasi banyak orang untuk memulai usaha serupa.

Salah satunya Rian. Pria asal Sukamakmur itu mengaku mulai tertarik membuka BRILink setelah sering bertransaksi di gerai milik Otiv.

“Dulu saya sering transaksi di sini. Terus mikir, apa saya buka agen begini juga ya. Kebetulan di daerah saya belum ada,” cerita Rian.

Keputusan itu akhirnya menjadi langkah awal usahanya. Sejak membuka BRILink pada 2019, usaha Rian perlahan berkembang hingga kini memiliki tiga cabang.

Di mata BRI Unit Jonggol, nama Otiv sudah tidak asing lagi. Kepala Unit BRI Jonggol, Oki Nurcahyadi menyebut Otiv sebagai salah satu agen BRILink yang paling menonjol sejak awal program itu hadir di wilayah Jonggol.

“Otiv itu jawara,” kata Oki.

Menurutnya, hampir setiap tahun Otiv selalu mendapat penghargaan dari BRI. Mulai dari logam mulia, sepeda motor, hingga berbagai hadiah lainnya berkat tingginya transaksi di gerainya.

“Pokoknya tiap tahun dapat terus,” ujarnya.

Oki mengatakan, Otiv juga merupakan agen BRILink pertama di Jonggol. Namun di awal, Otiv sempat ragu saat ditawari membuka layanan tersebut karena belum memahami cara kerja BRILink.

“Awalnya nggak mau karena belum tahu penggunaan BRILink seperti apa,” kata Oki.

Sebagai orang awam, Otiv saat itu merasa asing dengan layanan transaksi perbankan digital. Namun setelah mulai memahami sistem dan melihat peluang usaha yang ada, dia akhirnya mantap menjalankannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya