Bahas Penanganan HIV, Wali Kota Tangsel Singgung Tantangan Terbesar di Masyarakat

Penanganan HIV/AIDS membutuhkan kolaborasi lintas sektor sekaligus penghapusan stigma negatif terhadap ODHA.

oleh Tim NewsDiterbitkan 20 Mei 2026, 12:41 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa penanganan virus HIV/AIDS di wilayahnya tidak akan bisa berjalan maksimal jika pemerintah bergerak sendiri. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa penanganan virus HIV/AIDS di wilayahnya tidak akan bisa berjalan maksimal jika pemerintah bergerak sendiri.

Benyamin mendesak adanya kolaborasi dari pihak sekolah, komunitas, hingga masyarakat untuk memutus mata rantai penularan sekaligus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Bagi Benyamin, isu HIV/AIDS di Tangsel saat ini bukan lagi sekadar persoalan sektor kesehatan semata, melainkan sudah berkaitan erat dengan dukungan sosial yang berkelanjutan di tengah publik.

“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin, Rabu (20/5/2026).

Sebagai langkah konkret, Benyamin memaparkan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan di Tangsel saat ini terus memperkuat jangkauan akses skrining dini, layanan konseling, hingga pendampingan bagi warga yang membutuhkan.

 

Edukasi Masyarakat

Komunitas sepeda mengikuti peringatan Hari AIDS sedunia di Jalan Sudirman, Jakarta. Merdeka.com/imam buhori

Edukasi intensif kini juga mulai digencarkan ke kelompok usia produktif dan generasi muda agar mereka mendapatkan informasi yang benar mengenai pencegahan virus tersebut.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan secara optimal,” jelasnya.

Guna memperluas kampanye pencegahan, Pemkot Tangsel kini mulai merangkul berbagai organisasi masyarakat hingga institusi pendidikan. Langkah ini dinilai penting untuk membangun lingkungan yang lebih peduli dan inklusif.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” pungkasnya.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya