Menlu Apresiasi Relawan Global Sumud Flotilla: Mereka Datang untuk Palestina

Menlu menegaskan, para relawan dan jurnalis yang tergabung Global Sumud Flotilla datang dengan misi mulia.

oleh DelviraDiterbitkan 20 Mei 2026, 16:07 WIB
Menlu Sugiono mengulas bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat membahas program kosmonot Rusia saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan, tindakan Israel menangkap warga negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan pelanggaran kemanusiaan.

"Apa yang dilakukan oleh Israel merupakan suatu hal yang melanggar kemanusiaan," kata Sugiono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sugiono memastikan, pemerintah terus memantau kondisi para WNI yang ditahan agar dalam kondisi baik. Pihaknya telah meminta bantuan kepada negara-negara sahabat yang memiliki hubungan langsung dengan Israel untuk memastikan keselamatan para WNI tersebut.

"Nah, tadi juga saya sampaikan kita minta kepada rekan-rekan kita yang punya hubungan langsung, untuk pertama memastikan kondisi mereka, kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik. Kemudian, mereka juga diperlakukan dengan baik," ujarnya.

Dia menilai, para relawan dan jurnalis yang tergabung Global Sumud Flotilla datang dengan misi mulia, yakni untuk membantu masyarakat Palestina. Karena itu, ia mengapresiasi semangat para relawan.

"Karena mereka ada dalam misi damai, saya hargai, apresiasi semangat mereka untuk sama-sama mencari solusi dari permasalahan dari saudara-saudara kita yang ada di Palestina, khususnya di Gaza," katanya.

 

Total 9 WNI Ditangkap

Delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). (Liputan6.com/Nanda Farikh Ibrahim)

Sugiono berharap, seluruh WNI yang tergabung dalam misi tersebut tetap dalam kondisi aman hingga nantinya dapat dipulangkan ke Indonesia.

"Dan kita berharap kondisi mereka bisa baik sampai nanti kita pulangkan ke Tanah Air," pungkasnya.

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 bertambah menjadi total sembilan orang. Hal ini dikonfirmasi oleh Global Peace Convoy Indonesia.

Identitas sembilan WNI yang ditangkap Israel adalah sebagai berikut:

1. Thoudy Badai, jurnalis Republika

2, Hendro Prasetyo, aktivis SMART 171

3. Andre Prasetyo, jurnalis Tempo

4. Andi Angga Prasadewa, relawan Rumah Zakat

5. Ronggo Wirasanu, relawan Dompet Dhuafa

6. Herman Budianto, relawan Dompet Dhuafa

7. As'ad Aras, aktivis Spirit of Aqsa

8. Rahendro Herubowo, jurnalis iNews

9. Bambang Nuroyono, jurnalis Republika.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya