Liputan6.com, Jakarta - Salah satu calon presiden periode 2024-2029 Anies Baswedan menilai kondisi ekonomi nasional sedang menghadapi tekanan serius. Ia menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga menyempitnya lapangan pekerjaan yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Teman-teman semua izinkan saya berbagi pandangan. Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini. Dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja. Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus, dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," tutur Anies lewat akun Instagramnya, dikutip Rabu (20/5/2026).
Advertisement
Menurut Anies, tantangan ekonomi Indonesia ke depan juga semakin berat karena dibayangi situasi global yang tidak menentu, mulai dari konflik geopolitik hingga ancaman cuaca ekstrem.
"Tantangan di depan juga masih panjang. Geopolitik yang memanas, konflik membayang di timur tengah, dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan itu sudah ada depan mata. Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan, maka beratnya berlipat," jelas dia.
Dalam kondisi tersebut, Anies menilai publik dan pasar membutuhkan kepastian arah kebijakan dari pemerintah. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat.
"Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal, kepastian. Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula, tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran, dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa," ungkapnya.
Kritik Anies ke Pemerintah
Anies kemudian mengkritik pemerintah yang dinilai tidak konsisten dalam menyampaikan kondisi ekonomi dan arah kebijakan. Ia menilai situasi itu membuat pasar dan investor kehilangan kepercayaan.
"Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan. Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan, komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda, kebijakan berubah-ubah, hari ini begini, besok berbeda, pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri bahkan sebagian kabur," kata dia.
Ia juga menyinggung soal prioritas pemerintah yang dinilai tidak selaras dengan kondisi masyarakat.
"Keteladanan juga tidak hadir, di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas. Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan," terang Anies.
Anies menyebut, berbagai peringatan terkait kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya sudah datang dari banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Peringatan sudah datang dari mana-mana, dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuangan internasional, dari media-media nasional dan internasional yang mengamati Indonesia. Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan sudah hajat hidup ratusan juta orang. Maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan," ujarnya.
Minta Pemerintah Terbuka
Anies pun meminta pemerintah terbuka mengenai kondisi ekonomi yang sedang dihadapi dan menyampaikan arah kebijakan secara jelas kepada publik.
"Oleh karena itu, saya mengajak kepada pemerintah berhentilah memberi obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur, berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten, pimpin secara solid, ajek dan dari atas sampai bawah. Itu yang menenangkan pasar dan itu yang akan menenangkan rakyat," tuturnya.
Di akhir pernyataan, Anies mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi tekanan ekonomi dan situasi global, yang menurutnya masih akan berlangsung dalam waktu ke depan.
“Lalu kepada teman-teman semua, bersiaplah. Suka tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita. Tekanan ekonomi belum mereda, cuaca ekstrim akan hadir dan menerpa, dan dunia di luar sedang bergola. Tentu kita tetap harus optimis bahwa kita akan bisa melewati itu semua, asal kita berjalan dengan mata terbuka. Bukan dengan ilusi yang dibuat-buat. Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini. Terima kasih,” Anies menandaskan.