Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto merasa pilu dengan kritik keras yang disampaikan kader-kader PDIP yang berada di luar pemerintahan. Hal itu disampaikan dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).
“Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget," kata Prabowo.
Advertisement
Akan tetapi, dia lama-lama menyadari bahwa kritik dari PDIP itu merupakan bentuk mengingatkan dan menyelamatkan pemerintah.
"Saya sadar lama-lama. Sebetulnya, mungkin ada dasarnya. Ada pepatah yang mengatakan, kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," ujar Prabowo.
Prabowo juga memahami dan memuji pengorbanan PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan. Menurut dia, peran PDIP penting sebagai pengawas sekaligus check and balances atas kinerja pemerintah.
"Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya, saya ingin ucap terima kasih kepada PDIP,” kata Prabowo.
Oposisi Baik untuk Demokrasi
Menurut Prabowo, partai oposisi baik bagi demokrasi, meski apabila bisa memilih ia lebih suka bergotong royong bersama PDIP.
"Saudara berjasa untuk demokrasi kita. Memang, maunya saya itu gotong royong. Kalau sebuah partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya. Tapi, mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan saudara," tutup Prabowo.