Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026) pagi. Dalam kesempatan tersebut, dia juga mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah bertema "Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih".
“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Advertisement
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Ia menilai persoalan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui Gerakan Pilah Sampah, Pramono mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah guna membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
“Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat, mengapresiasi sekaligus mendukung penuh Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Jumhur menekankan pentingnya peran Jakarta sebagai percontohan bagi daerah lain dalam menangani persoalan sampah secara sistematis dan berkelanjutan.
“Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu. Alhamdulillah, beberapa gagasan dan pemikiran dari Jakarta bisa kita adopsi dan disinkronkan,” jelasnya.
Harus Jadi Gerakan Bersama
Jumhur menegaskan, gerakan tersebut tidak boleh hanya menjadi program birokrasi atau pemerintah semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh warga.
“Kami berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi sekaligus gerakan nasional dalam memilah dan mengelola sampah. Sampah yang tadinya dianggap musuh harus berubah menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat,” paparnya.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut menyatakan dukungannya terhadap Deklarasi Gerakan Pilah Sampah.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden yang memberi perhatian serius terhadap persoalan sampah, karena dinilai dapat menghambat cita-cita swasembada pangan, energi, dan hilirisasi.
“Saya senang sekali dan memberikan apresiasi tinggi karena gerakan pilah sampah ini dipelopori Gubernur Jakarta. Itu problem pokok kita, terutama sampah rumah tangga. Sampai 2029, pemilahan sampah di kantor harus selesai di kantor, di pasar selesai di pasar, di restoran selesai di restoran, di toko selesai di toko, dan di mal selesai di mal. Untuk masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah,” jelas Zulkifli.
Ia menambahkan, pemerintah telah menetapkan tarif tunggal untuk percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna menyederhanakan birokrasi yang sebelumnya dinilai rumit bagi para pengembang.
Dalam roadmap yang dipaparkan, pemerintah menargetkan penanganan darurat sampah di 71 kota, termasuk Jakarta, melalui teknologi insinerator dan waste to energy.
“Tahun 2027 targetnya 50 persen. Pada Mei 2028, termasuk Bantar Gebang, insyaallah akan kita selesaikan,” tutupnya.