Mengintip Lebaran Depok 2026: Ogoh-ogoh hingga Barongsai Jadi Pembeda

Perayaan Lebaran Depok 2026 memasuki puncak acara lewat pawai Nusantara di kawasan Alun-Alun Kota Depok.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 09 Mei 2026, 20:09 WIB
Penampilan ogoh-ogoh turut memeriahkan puncak acara Lebaran Depok di Alun-Alun Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Lebaran Depok 2026 memasuki puncak acara yang ditandai dengan pawai Nusantara di kawasan Alun-Alun Kota Depok, Sabtu (9/5/2026). Ada suasana berbeda dalam perhelatan tahun ini dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, baik pada agenda Pemerintah Kota Depok maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Dalam arak-arakan budaya tersebut, masyarakat disuguhi penampilan ogoh-ogoh yang identik dengan tradisi umat Hindu. Selain itu, atraksi Barongsai hingga Reog Ponorogo turut memeriahkan jalannya pawai.

Kehadiran ogoh-ogoh, Barongsai, dan Reog Ponorogo menjadi warna baru dalam perayaan Lebaran Depok tahun ini. Tak hanya itu, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Depok serta perwakilan dari tiap kecamatan juga menampilkan keberagaman suku dan budaya Nusantara.

Wali Kota Supian Suri bersama unsur Forkopimda tampak hadir menyaksikan langsung jalannya arak-arakan dan menyapa para peserta.

“Ini satu media silaturahim, media keguyuban, media kebersamaan, media kekeluargaan, sebagai wujud harapan kita merasakan Depok adalah rumah kita,” ujar Supian.

Supian mengatakan, kegiatan kemasyarakatan seperti Lebaran Depok ke depan akan dikolaborasikan dengan agenda Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kemarin saya juga sudah ketemu Pak Gubernur, mau dikolaborasikan juga dengan kegiatan Provinsi, mungkin nanti kita adakan satu kegiatan yang sama didalamnya dengan Provinsi,” ucap Supian.

 

Jadi Ajang Silaturahmi

Penampilan ogoh-ogoh turut memeriahkan puncak acara Lebaran Depok di Alun-Alun Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Ia mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara. Bahkan, area yang telah disiapkan panitia dinilai belum mampu menampung jumlah pengunjung yang datang.

“Mungkin diantisipasi luasan buat penonton, kalau kita lihat tadi rasanya ruang yang sudah disiapkan ternyata masih sempit,” jelas Supian.

Menurutnya, berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun event lain di Kota Depok diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan bagi seluruh warga. Pemerintah Kota Depok juga ingin menunjukkan bahwa kota tersebut terbuka bagi semua kalangan.

“Prinsipnya kita ingin Depok ini benar-benar dirasakan sebagai rumah buat kita semua yang tinggal di Depok,” terang Supian.

Salah seorang pengunjung, Made Wirawan, mengaku senang dengan tampilnya ogoh-ogoh dalam arak-arakan Lebaran Depok. Baginya, penampilan budaya tersebut menjadi pengobat rindu terhadap kampung halamannya di Buleleng, Bali.

“Senang rasanya ada ogoh-ogoh tampil di kegiatan besar Kota Depok, kalau tiga tahun lalu tidak ada seperti ini, seakan kami ini hanya menumpang di Depok,” kata Made.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Depok dan KOOD Kota Depok yang telah memberikan ruang bagi penampilan budaya Bali dan budaya dari daerah lain.

“Sangat senang, Depok sekarang bukan hanya milik satu kelompok tapi sudah merangkul semua kelompok, suku dan budaya,” pungkas Made.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya