Interpol Bongkar Alasan Indonesia Dijadikan Markas Judol Internasional

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko angkat bicara usai penggerebekan gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 09 Mei 2026, 16:35 WIB
Polisi gerebek kantor judi online di Hayam Wuruk Jakbar

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris (Ses) NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko angkat bicara usai penggerebekan gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang diduga digunakan untuk kantor judi online jaringan internasional.

Untung mengungkapkan, saat ini telah terjadi pergeseran tindak pidana transnasional yang sudah mulai beralih ke Indonesia.

"Pascaditertibkannya pola-pola operasi daring, baik itu scamming yang terdiri atas love scam, investasi online, termasuk perjudian online, di mana di daerah Indo Cina, khususnya Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, yang selama ini menjadi basis-basis dari perekrutan dan aktivitas tindak pidana daring yang sasaran korbannya transnasional, sasaran korbannya selalu warga negara asing," ujar Untung dalam konferensi pers, Sabtu (9/5/2026).

"Setelah ditertibkan, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu sudah kami antisipasi dan prediksi," sambung dia.

Menurut Untung, pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya penangkapan dan pengungkapan mulai dari Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Batam, Sukabumi dan Bogor.

Dia mengatakan, jika melihat dari luar gedung perkantoran tersebut, maka tak bisa diduga ternyata di dalamnya ada aktivas judi online jaringan internasional,

"Jika melihat situasi tempat ini, memang dari luar sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas-aktivitas tindak pidana, dalam hal ini adalah gambling online," ucap Untung.

"Dan fenomena ini menunjukkan bahwa ancaman tindak pidana transnasional, yang dalam hal ini diungkap oleh Tipidum Bareskrim Polri, gambling online yang sasarannya tentu tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat di luar," sambung dia.

 

WNI Diamankan di Luar Negeri

Untung juga mengingatkan beberapa waktu lalu ada warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan di Thailand. Di mana, WNI tersebut merupakan salah satu tokoh eks-Kamboja yang peranannya cukup besar.

"Dan beberapa waktu yang lalu, kami dari NCB Interpol Jakarta juga menangkap pelaku dari Kamboja, eks-Kamboja, tapi dia menggunakan rute Kamboja, Thailand, kemudian Manila, Denpasar dan berhasil kami amankan di Denpasar, yang bersangkutan WNI," kata dia.

"Nah, pola-pola inilah yang tentunya kami melakukan kolaborasi karena kami sadar, tidak mungkin hanya Polri yang bisa bekerja sendiri, tentunya didukung oleh kementerian dan lembaga lainnya," sambung Untung.

Dia juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengingatkan bahwa fenomena ini sudah berkembang sangat cepat.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk men-highlight bahwa fenomena ini sudah berkembang sangat cepat dan perlu kita melakukan konsolidasi untuk pembentukan task force," terang Untung.

Karena, lanjut dia, apabila hanya Polri saja yang bergerak mengamankan, maka tidak akan efektif.

"Kami juga sudah berkoordinasi, terutama dengan Dirjen Imigrasi, bagaimana untuk negara-negara yang kita indikasikan sebagai subject of interest atau SOI, dapat kita antisipasi," jelas Untung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya