Senjata Api Milik Polisi Tewas Usai Ditembak Pencuri Diduga Hilang, Polda Lampung Bentuk Tim Khusus

Senjata api milik anggota Polda Lampung Brigpol Arya Supena yang tewas ditembak komplotan pelaku curanmor diduga hilang.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 09 Mei 2026, 15:45 WIB
Polisi mencari senjata api yang diduga hilang milih anggota Polda Lampung Brigpol Arya Supena yang tewas ditembak komplotan pelaku curanmor. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Senjata api milik anggota Polda Lampung Brigpol Arya Supena yang tewas ditembak komplotan pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Bandar Lampung diduga hilang di lokasi kejadian.

Pistol milik anggota Banit 3 Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung itu diduga dibawa kabur para pelaku usai aksi penembakan maut tersebut.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, mengatakan pihaknya masih mendalami keberadaan senjata api tersebut, termasuk memastikan asal senjata yang digunakan dalam aksi penembakan.

"Sedang kita lakukan penyelidikan. Nanti kita konfirmasi apakah itu senjata anggota atau senjata para pelaku. Yang pasti pelaku juga membawa senjata," kata Helfi kepada wartawan di RS Bhayangkara, Sabtu (9/5/2026).

Peristiwa itu terjadi saat Brigpol Arya memergoki aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan dua orang pelaku di kawasan Kedaton, Bandar Lampung. Korban yang hendak mengantarkan laporan sempat berhenti di lokasi sebelum akhirnya terlibat perkelahian dengan para pelaku.

Dalam insiden tersebut, korban ditembak di bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

 

Bentuk Tim Khusus

Polisi mencari senjata api yang diduga hilang milih anggota Polda Lampung Brigpol Arya Supena yang tewas ditembak komplotan pelaku curanmor. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Helfi mengungkapkan, pihaknya kini telah membentuk tim khusus gabungan untuk memburu komplotan curanmor bersenjata api tersebut. Tim itu terdiri dari personel Jatanras Polda Lampung, Tekab 308 Satreskrim Polresta Bandar Lampung hingga Unit Reskrim Polsek setempat.

"Ya, kita akan melakukan tindakan tegas kepada para pelaku, apalagi menggunakan senjata api. Ini sangat berbahaya," tegas Helfi.

Saat ditanya apakah korban sempat melepaskan tembakan peringatan sebelum ditembak, Kapolda enggan memberikan penjelasan lebih jauh.

Polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan curanmor bersenjata yang kerap beraksi di wilayah Bandar Lampung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya