Ribuan Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera Direvitalisasi

Hingga kini, sebanyak 3.002 sekolah telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp 2,86 triliun

oleh SupriatinDiterbitkan 08 Mei 2026, 22:43 WIB
Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera Mulai Direhabilitasi

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat revitalisasi sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Meski ribuan fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, proses belajar mengajar dipastikan tetap berjalan di seluruh wilayah terdampak.

Berdasarkan data Satgas PRR per 8 Mei 2026, total terdapat 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Seluruh sekolah tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan capaian 100 persen, baik di sekolah asal, kelas darurat, tenda pendidikan, maupun lokasi belajar sementara.

Hingga kini, sebanyak 3.002 sekolah telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp 2,86 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 2.792 sekolah telah menerima penyaluran tahap pertama dengan total dana mencapai Rp 1,9 triliun.

Di Provinsi Aceh, revitalisasi berjalan di 2.012 sekolah dengan dukungan anggaran Rp 1,98 triliun. Sementara di Sumatera Utara, revitalisasi dilakukan terhadap 658 sekolah dengan anggaran Rp 600,9 miliar. Adapun di Sumatera Barat, sebanyak 332 sekolah direvitalisasi dengan dukungan dana Rp 281,7 miliar.

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana. Karena itu, percepatan rehabilitasi dan pembangunan sekolah terus didorong agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

“Fasilitas pendidikan terdampak memang cukup besar. Karena itu proses pembangunan dan rehabilitasi terus didorong agar penyelesaiannya bisa berlangsung cepat,” ujar Amran, Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, percepatan revitalisasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama TNI Angkatan Darat. Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi secara swakelola, sedangkan 267 sekolah kategori rusak berat dan relokasi ditangani melalui kerja sama dengan TNI AD.

Pembangunan Bertahap

Amran menjelaskan, proses pembangunan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan. Untuk sekolah dengan kerusakan berat, pembangunan ulang membutuhkan waktu lebih lama sehingga sebagian siswa sementara direlokasi ke tempat belajar alternatif.

“Kalau rusak berat tentu membutuhkan pembangunan baru sehingga tidak bisa langsung ditempati. Karena itu ada beberapa sekolah yang sementara direlokasi untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan,” pungkasnya.

Satgas PRR memastikan percepatan revitalisasi fasilitas pendidikan akan terus dilakukan agar aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya