Hasil Penyelidikan Kasus TNI AL Tewas di KRI Radjiman

Prajurit TNI AL ditemukan tewas di Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Radjiman.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 07 Mei 2026, 13:48 WIB
Ilustrasi jenazah atau mayat. (Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Prajurit TNI AL, Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi (22) ditemukan tewas di Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Radjiman Wedyodiningrat-992 pada 26 April 2026. Komando Armada (Koarmada) I mengungkapkan hasil visum et repertum terkait kematian Ghofirul.

Hasil visum menunjukkan, pada jasad Ghofirul tidak ditemukan lebam akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh almarhum, dan tidak ditemukan pendarahan pada area selangkangan sebagaimana informasi yang beredar.

Pemeriksaan visum tersebut, kata dia, turut dihadiri oleh pihak keluarga Ghofirul, dan sudah dilakukan dokumentasi baik foto maupun video. Adapun luka pada bagian leher merupakan luka tekan yang melingkar, disertai pengelupasan kulit ari yang pola dan karakteristiknya secara medis identik dengan luka gantung.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa mengatakan hasil visum ini meluruskan terkait adanya pemberitaan mengenai kejanggalan fisik pada jenazah Ghofirul Kasyfi.

"Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa penyebab kematian almarhum adalah murni akibat gantung diri, bukan karena tindakan kekerasan," kata Ary di Tanjungpinang, Kepri, Kamis (7/5/2026). Dilansir Antara.

Sedangkan luka lebam pada jenazah yang terlihat sesaat sebelum dimakamkan, menurutnya, hal itu merupakan Livor Mortis atau salah satu tanda pasti kematian yang disebabkan berhentinya sirkulasi darah, sehingga sel darah merah mengendap ke bagian tubuh terendah akibat pengaruh gaya gravitasi.

Jenazah Ghofirul telah dimakamkan di kampung halamannya secara militer pada tanggal 27 April 2026 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemayoran, Bangkalan, Jawa Timur.

TNI Buka Suara soal Keluarga Korban Didatangi Prajurit

Ary juga menjelaskan kabar keluarga Ghofirul didatangi anggota TNI AL. Dia mengatakan, anggota tersebut tidak hadir beberapa kali di kapal sehingga pihak KRI meminta bantuan kepada Lanal Batuporon guna mengunjungi kediaman serta menanyakan keberadaannya.

"Untuk barang pribadi milik almarhum, sudah diantar dan diserahkan serta telah diterima oleh pihak keluarga, dalam hal ini ibu kandung almarhum atas nama Yatik Andriyani yang berada pada nomor urut satu di kartu keluarga almarhum," ungkapnya.

Koarmada I mengimbau kepada media dan masyarakat untuk merujuk pada keterangan resmi dengan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga terhindar dari timbulnya spekulasi yang dapat melukai perasaan keluarga maupun mencederai nama baik institusi.

"TNI AL dalam hal ini Koarmada I tetap berkomitmen pada transparansi dan kebenaran fakta," kata Ary. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya