Nelayan di Lampung Hilang saat Melaut, Perahu Ditemukan Terbalik

Nelayan tersebut terakhir diketahui berangkat melaut saat subuh untuk mencari ikan.

Diterbitkan 20 Oktober 2026, 10:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang nelayan bernama Sahroni (45), warga Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dilaporkan hilang setelah perahu yang diduga digunakannya untuk melaut ditemukan terbalik di perairan Pantai Labuhan Jukung, Senin (19/10/2026).

Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian terhadap Sahroni yang diduga tenggelam. Namun, hingga pencarian hari pertama berakhir pada pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan.

Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, Ari Wiranata, mengatakan peristiwa tersebut diketahui setelah seorang nelayan bernama Fahturanman menemukan perahu dalam kondisi terbalik dan terombang-ambing di perairan Labuhan Jukung sekitar pukul 10.00 WIB.

"Perahu tersebut diduga milik Sahroni yang sebelumnya berangkat melaut pada waktu subuh untuk mencari ikan," kata Ari, Selasa (20/10/2026).

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung dari perwakilan BPBD Pesisir Barat, pada pukul 11.09 WIB.

Menindaklanjuti laporan itu, tim penyelamat Unit Siaga SAR Pesisir Barat langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.25 WIB.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait untuk memulai operasi pencarian di sekitar lokasi penemuan perahu.

Ari menjelaskan, tim SAR gabungan menyisir perairan menggunakan perahu karet atau rubber boat dan perahu jukung milik nelayan. Pencarian dilakukan di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh hingga radius dua mil laut.

Selain menyisir perairan, petugas juga melakukan pencarian di sepanjang garis pantai.

"Tim juga melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai sejauh kurang lebih dua kilometer. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil," jelasnya.

Operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama hujan deras dan gelombang laut yang cukup tinggi. Tinggi gelombang di lokasi dilaporkan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Selain kondisi cuaca, petugas juga belum mendapatkan keterangan saksi mata yang melihat secara langsung bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Kondisi itu menjadi pertimbangan tim dalam menentukan strategi pencarian di lapangan.

Unsur yang terlibat dalam operasi itu meliputi Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Polairud, Polsek Pesisir Tengah, Koramil Pesisir Tengah, Puskesmas Pesisir Tengah, serta masyarakat dan nelayan setempat.

 

Operasi Lanjutan

Setelah upaya pencarian hari pertama dihentikan sementara, tim SAR gabungan merencanakan operasi lanjutan pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB.

"Pencarian akan dilanjutkan sesuai rencana operasi SAR hari kedua ini dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan," katanya.

Basarnas Lampung mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memeriksa prakiraan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melaut. Nelayan juga diminta menggunakan perlengkapan keselamatan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan di laut.

"Masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Sahroni dapat menghubungi layanan darurat Basarnas melalui nomor 115 atau communication center Basarnas Lampung di 0821-8004-8006," tandasnya.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap nelayan yang diduga tenggelam. (Liputan6.com/Istimewa)