Pramono Ungkap Progres Revitalisasi 19 Sekolah di Jakarta

Pramono menyebut 16 dari 19 sekolah di Jakarta telah selesai direvitalisasi, tiga lainnya masih tahap finalisasi.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 13:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, revitalisasi sekolah di Jakarta masih berlangsung hingga saat ini. Dari total 19 sekolah yang direvitalisasi, sebanyak 16 sekolah telah selesai diperbaiki, sementara tiga lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Di Jakarta di tahun kemarin ada revitalisasi 19 sekolah. Dari 19 sekolah itu, 16 sudah selesai termasuk sekolah ini dan tiga belum selesai,” kata Pramono dalam konferensi pers, Senin (12/10/2026).

Pramono menjelaskan, tiga sekolah yang belum sepenuhnya rampung tersebut meliputi SD Negeri 1 Cipete Utara, SD Negeri Setiabudi 01, dan SMK 37. Dua sekolah di antaranya kini telah memasuki tahap finalisasi.

“Sebenarnya dua lagi sudah selesai, kurangnya itu di bawah 1%. Sudah finalisasi dan dianggap sudah selesai. Namun memang belum digunakan. Nanti segera saya minta kepada Kepala Dinas untuk melakukan finalisasi supaya bisa digunakan untuk belajar-mengajar,” ujar Pramono.

Pramono juga menyampaikan bahwa seluruh anggaran revitalisasi 19 sekolah tersebut mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

“Kami alhamdulillah di-support sepenuhnya oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta, untuk 19 gedung tadi, total biayanya sebanyak 876,79 miliar rupiah. Termasuk yang kemarin atau beberapa 3–4 bulan yang lalu yang sempat heboh di SD Negeri 9 dan SD Negeri 11 Kebayoran Lama, alhamdulillah sebenarnya sudah kita groundbreaking,” tutur Pramono.

Pramono menambahkan, ke depannya ia akan kembali mengecek kesesuaian pelaksanaan groundbreaking di sejumlah sekolah lainnya.

 

Jaga Keamanan Siswa

Meski gedung sekolah sudah dapat digunakan oleh peserta didik, Kepala Sekolah SMP Negeri 91 Yuhanah dan Kepala Sekolah SDN 05 Pekayon mengatakan pihak sekolah tetap menerapkan prosedur keamanan bagi siswa saat menggunakan lift.

“Untuk manajemen keamanan menggunakan lift, sementara siswa didampingi oleh guru. Sebelum mereka benar-benar terbiasa, karena masih baru lift-nya, khawatir ada masalah, maka siswa selalu didampingi guru untuk naik-turun lift,” kata Yuhanah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 05 Pekayon Siti Nurul Chasanah menambahkan, pendampingan dilakukan kepada seluruh siswa, termasuk mereka yang memiliki masalah kesehatan maupun siswa penyandang disabilitas.

“Jadi selalu naik dan turun didampingi oleh guru,” tutup Siti.