Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video berdurasi 28 detik yang memperlihatkan aksi dugaan perundungan terhadap seorang siswi SMP di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Korban diduga mengalami kekerasan fisik, termasuk dilempari ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video yang beredar, terlihat seorang siswi mengenakan kaus merah muda dan jilbab cokelat berdiri menghadap dinding kelas sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Sejumlah siswi tampak menyudutkan korban. Beberapa di antaranya menunjuk korban sambil melontarkan perkataan kasar. Bahkan, salah seorang siswi terlihat menarik jilbab yang dikenakan korban.
Advertisement
Perundungan berlanjut saat korban duduk di bangku kelas dan dikelilingi sejumlah siswi lainnya. Beberapa siswi kembali menarik jilbab korban serta mendorong kepalanya berulang kali.
Belakangan diketahui, peristiwa tersebut terjadi di SMP Negeri 1 Rappang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Korban diketahui berinisial NANU (13), sementara jumlah siswi yang diduga terlibat dalam aksi perundungan itu mencapai 10 orang.
Kepala SMP Negeri 1 Rappang, Rahmat Perdana, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan perundungan terjadi saat jam istirahat pada Jumat, 9 Oktober 2026.
"Benar, itu ada kejadian (bully) yang terjadi," ujar Rahmat kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).
Rahmat juga membenarkan terdapat 10 siswi yang diduga terlibat dalam aksi perundungan tersebut. Mereka berasal dari kelas VII dan IX.
"Ada 10 orang siswi yang melakukan aksi perundungan," katanya.
Menurut Rahmat, peristiwa tersebut diduga dipicu kesalahpahaman dan isu yang beredar di antara para siswa. Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab pastinya karena keterangan para siswa masih berbeda-beda.
"Keterangan dari anak-anak masih berbeda-beda versi. Namun, pemicunya salah paham atau gosip-gosip begitu," ungkapnya.
Â
Tempuh Jalur Hukum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371044/original/020631500_1791729412-1253688.jpg)
Pihak sekolah telah menggelar rapat dan melakukan pertemuan lintas sektor untuk menangani kasus tersebut. Pertemuan itu melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta orang tua siswa terkait.
Rahmat mengatakan orang tua korban tidak menginginkan penyelesaian melalui jalur damai. Mereka meminta agar kasus perundungan yang menimpa anaknya diproses secara hukum.
"Sudah diadakan pertemuan lintas sektor seperti dari kepolisian dan UPTD PPA untuk penyelesaian kasusnya, korban ingin menyelesaikan melalui jalur hukum," beber Rahmat.
Rahmat menegaskan, sekolah kini berfokus memberikan pendampingan kepada para siswa yang terlibat, terutama untuk memastikan hak pendidikan dan kondisi psikologis mereka tetap mendapat perhatian. Sementara itu, penanganan perkara pidana diserahkan kepada pihak berwenang.
"Penanganan kasus pidananya sudah diserahkan ke pihak berwenang, sehingga sekolah berfokus memastikan hak pendidikan dan kondisi psikis anak-anak ini tetap tertangani dengan baik," paparnya.
Â
Advertisement
Korban Dilempari Ompreng MBG
Terpisah, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda membenarkan bahwa orang tua korban telah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Saat ini, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sidrap masih melakukan penyelidikan.
"Iya betul orang tua korban sudah buat laporan resmi kemarin. Masih ditangani oleh PPA," kata Indra kepada Liputan6.com, Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Indra menyebut dugaan kekerasan yang dialami korban tidak hanya berupa penarikan jilbab dan dorongan seperti yang terlihat dalam video viral. Korban juga diduga ditampar berulang kali oleh salah seorang siswi.
"Pelaku bersama beberapa orang temannya menghampiri korban dan berkata, 'Kenapa kamu begitu sekali?' Selanjutnya, pelaku menampar korban menggunakan tangan kanan secara berulang kali," bebernya.
Indra menambahkan, sejumlah siswi lainnya diduga turut melakukan penganiayaan terhadap korban. Mereka disebut memukul korban menggunakan gagang sekop sampah hingga melemparinya dengan ompreng MBG.
"Perbuatan tersebut kemudian diikuti oleh beberapa teman pelaku yang turut melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan gagang sekop sampah serta melempar korban dengan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga korban merasakan sakit pada bagian pipi sebelah kanan dan kiri," jelas Indra.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371045/original/020783700_1791729412-1253687.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)