Detik-Detik Truk Terobos Portal di Banyuwangi, 2 Orang Luka-luka

Portal dimensi yang ditabrak bukanlah hiasan atau penghalang tanpa fungsi.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 09:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah truk Hino nekat menerobos dan merobohkan portal pembatas ketinggian di depan Viaduk BH 87A, Kilometer 17+394 petak jalan Argopuro–Ketapang, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (7/10/2026).

Insiden ini mengakibatkan pengemudi truk bernama Fandy Ahmad dan kernetnya, Husna Fitroh, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan medis.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa portal dimensi yang ditabrak bukanlah hiasan atau penghalang tanpa fungsi. Perangkat ini merupakan sistem pertahanan krusial untuk melindungi struktur jembatan kereta api dari hantaman kendaraan over dimension.

"Ketika kendaraan dengan ketinggian melebihi batas tetap memaksakan diri melintas, risikonya bukan sekadar truk rusak, tetapi mengancam infrastruktur di atasnya dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api," ujar Cahyo, Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan data teknis, Viaduk BH 87A memiliki tinggi bebas sekitar 4,05 meter dengan portal pengaman setinggi 4 meter. Aturan batas ketinggian ini sejatinya telah dilengkapi rambu peringatan yang jelas bagi pengguna jalan.

KAI mengingatkan bahwa dimensi dan muatan kendaraan bukanlah sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut nyawa banyak orang. Hal ini telah diatur tegas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 48 terkait persyaratan teknis ukuran dan pemuatan. Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2021 tentang Pengawasan Muatan Angkutan Barang dan Dimensi Kendaraan.

Meski benturan sempat merobohkan portal, KAI Daop 9 Jember memastikan bahwa perjalanan kereta api tetap aman dan tidak terdampak.

"Tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan prasarana sekaligus berkoordinasi untuk pemulihan fungsi pengaman viaduk," tambah Cahyo.

KAI mengimbau para pengemudi, khususnya angkutan barang, agar lebih disiplin mengukur tinggi kendaraan beserta muatannya sebelum melintas di jalur kereta api.

"Jangan memaksakan kendaraan lewat jika dimensi tidak memungkinkan. Lebih baik berhenti dan cari jalur alternatif daripada mengambil risiko fatal. Keselamatan bukan soal siapa yang cepat sampai, tapi bagaimana semua orang sampai dengan selamat," pungkas Cahyo.