Niat Angkat Jaring Ikan, Warga Pringsewu Malah Temukan Jasad Pria

Korban diketahui bernama Sutarno (62), warga setempat.

Diterbitkan 30 September 2026, 13:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Pekon Pasir Ukir, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, digegerkan dengan penemuan jasad pria yang mengapung di pinggiran aliran Sungai Way Sekampung, Rabu (30/9/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Sutarno (62), warga setempat. Jasad korban pertama kali ditemukan seorang warga bernama Rohimin sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat itu, Rohimin hendak mengangkat jaring ikan yang sebelumnya dipasang di sekitar aliran sungai. Namun, bukannya mendapatkan ikan, dia justru dikejutkan dengan keberadaan jasad manusia dalam posisi telungkup mengapung di pinggiran sungai.

Rohimin kemudian bergegas kembali ke permukiman dan memberitahukan penemuan tersebut kepada warga, aparat pekon, serta kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi. Polisi kemudian berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Pagelaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.

Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dengan bantuan warga, jasad Sutarno kemudian dievakuasi ke rumah duka.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya sebilah golok, alat pancing, serta tas berwarna biru yang berisi botol minum.

Kapolsek Pagelaran Iptu Agus Dharmawan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, polisi belum menemukan adanya indikasi tindak pidana. Sutarno diduga meninggal dunia setelah tenggelam.

"Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Agus, Rabu (30/9).

 

Pergi Memancing Sejak Senin

Hasil penyelidikan sementara mengungkap Sutarno sebelumnya berpamitan untuk pergi memancing sejak Senin (28/9/2026).

Korban juga sempat mengunggah status di media sosial yang memperlihatkan dirinya sedang memancing di sekitar aliran Sungai Way Sekampung.

"Keluarga menyebut Sutarno memiliki sejumlah riwayat penyakit, seperti vertigo, diabetes, dan lemah jantung. Korban juga diketahui tinggal seorang diri di rumahnya," ungkapnya.

Setelah mengetahui kondisi korban, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut dan menolak dilakukan autopsi terhadap jasad Sutarno.

"Setelah proses olah TKP dan identifikasi selesai, jasad korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," tandasnya.

Â