Kondisi Kepulauan Sangihe Sehari Setelah Gempa Magnitudo 7,7

Data terakhir BNPB, warga Kepulauan Sangihe yang mengungsi mencapai 1.160 jiwa.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, memutuskan mengungsi dampak gempa magnitudo 7,7 mengguncang pada Senin (8/6/2026) pagi waktu setempat. Hari ini, mereka kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan mayoritas warga mengungsi ke rumah kerabatnya.

"Sebagian warga yang mengungsi sudah kembali per pukul 09.00 WIB tadi," kata Abdul Muhari, Selasa (9/6/2028).

BNPB belum menerima laporan secara rinci berapa jumlah warga yang kembali ke rumah. Namun mengacu data sebelumnya, jumlah pengungsi mencapai 1.160 jiwa.

Sementara untuk kerusakan infrastruktur permukiman warga, tim reaksi cepat sudah melakukan proses asesmen lanjutan.

Menurut data Direktorat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, bangunan rusak di Sangihe yakni 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan. Selain itu, fasilitas publik seperti dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru juga dilaporkan mengalami kerusakan fisik.

 

 

Dampak Gempa di Kepulauan Talaud dan Minahasa Utara

Sementara untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Minahasa Utara, sebanyak 12 rumah rusak, kemudian rumah sakit dan satu unit bangunan gudang pelabuhan. Sementara wilayah Kabupaten Minahasa Utara ada satu unit gedung GMIM 76 serta satu unit fasilitas pendidikan yang rusak

"Dampak kerusakan fasilitas publik yang dilaporkan tim lapangan masih cenderung stabil untuk Minahasa Utara," kata Abdul menambahkan.

BNPB terus melakukan koordinasi lintas instansi dalam satu komando tanggap darurat di tingkat provinsi hingga kabupaten masih terus berjalan ketat untuk menyalurkan bantuan logistik darurat, memperbaiki instalasi listrik di pulau terluar, serta merampungkan validasi data kerusakan struktural bangunan.