Tiga Pemuda di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Usai Nobar Persija vs Persib

Sebanyak tiga pemuda dilarikan ke rumah sakit setelah dihadang massa usai acara nonton bareng (nobar) pertandingan Persija vs Persib di Sukabumi.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 05:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana mencekam terjadi Kampung Bantarmuncang, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Minggu malam (10/5/2026). Sebanyak tiga pemuda dilarikan ke rumah sakit setelah dikeroyok massa usai acara nonton bareng (nobar) pertandingan Persija vs Persib.

Salah satu korban, Dede Arif, menceritakan bahwa penyerangan terjadi secara mendadak saat mereka melintas menuju arah Cibatu. "Kami sebenarnya dalam perjalanan mau ke tempat teman di tempat kopi. Pas lewat, tiba-tiba terjadi gesekan," ujar Dede yang mengalami luka robek di kepala kanan.

Dede menyebut jumlah massa yang menghadang sangat banyak dan tidak sebanding dengan kelompoknya. "Kami cuma 3 atau 4 motor, kalau yang mencegat itu banyak, sekitar 20 orang. Mungkin karena Persija kalah kali," tambahnya.

Situasi memanas hingga memaksa Dede dan kawan-kawannya turun dari kendaraan untuk membela diri.

"Akhirnya karena kita melawan untuk jaga diri, kita turun juga. Nggak mungkin kita kalau diserang itu diam. Saat itu batu, botol kaca, kayu, hingga bambu pada masuk mengenai kami,” tuturnya.

Korban lainnya, Mahmudin, juga mengalami nasib serupa saat berusaha melindungi saudaranya di sekitar perlintasan rel kereta api.

"Tiba-tiba dicegat saja pas di rel, di depan ada di belakang ada. Awalnya saya nggak menghiraukan, tapi bendera saya diambil," kata Mahmudin.

Melihat saudaranya dianiaya, Mahmudin spontan turun dari motor namun justru menjadi sasaran amukan. "Saya turun niatnya mau memisahkan, ujung-ujungnya saya yang kena pukul," jelasnya.

Ia juga mengaku tidak tahu alat apa yang digunakan para pelaku. "Saya nggak tahu dipukul pakai apa, kejadiannya gelap. Awalnya nggak terasa kalau kepala berdarah," imbuhnya.

 

Laporan Medis RSUD Sekarwangi

Staf Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, mengonfirmasi kondisi para korban yang tengah dalam penanganan medis.

"Dua orang luka bacok di kepala, satu orang masih diobservasi dengan luka sampai 7 jahitan," jelas Irman.

Meskipun satu korban telah dinyatakan membaik dan menjalani rawat jalan, Irman merinci bahwa salah satu korban harus mendapatkan penanganan ekstra karena benturan benda tumpul.

"Satu lagi luka dalam di dada itu kena pukulan, harus ditindak lebih lanjut ke dokter. Pasien tersebut akan di rontgen," ungkapnya.