Besok Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Ini Syarat Operasi Diperpanjang

Hingga hari ini, tim SAR masih belum menemukan titik terang terkait keberadaan delapan orang tersebut.

Diterbitkan 16 September 2026, 20:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda akan berakhir pada Kamis (16/9/2026) besok. Hingga hari ini, tim SAR masih belum menemukan titik terang terkait keberadaan delapan orang tersebut.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, pencarian saat ini masih berlangsung setelah diperpanjang selama tiga hari. Namun, opsi untuk kembali memperpanjang operasi belum dapat dipastikan.

Menurut Al Amrad, keputusan mengenai kelanjutan pencarian akan ditentukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk ada atau tidaknya tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.

"Apabila itu ada tanda-tanda korban ditemukan, kami akan buka kembali operasinya," kata Al Amrad kepada wartawan di Posko SAR Nasional, Rabu (16/9/2026).

Dia menjelaskan, apabila hingga hari terakhir tidak ditemukan tanda-tanda signifikan, operasi pencarian akan dilanjutkan dengan pemantauan.

"Ya sesuai aturan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyatakan apabila tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, kita akan lanjutkan dengan pemantauan," ungkapnya.

Update Pencarian

Komandan Pos SAR Bakauheni Kantor SAR Lampung, Rezie Kuswara Nunyai, mengatakan tim kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Lampung Selatan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Bakauheni.

Pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIB, RIB 02 bergerak dari kawasan Pulau Sehuku menuju sektor E. Tim beranggotakan sembilan personel tersebut menyisir rute Bakauheni, Tanjung Tua, perairan Lagundi, Pulau Tiga, hingga kembali ke Bakauheni.

"Masih nihil. Hari ke sembilan ini tidak ada tanda-tanda yang kami temukan," kata Rezie.

Penyisiran dilakukan di sejumlah area, termasuk sekitar Pulau Tiga, Pulau Sebuku, hingga pesisir Way Mulu.

Namun, hingga operasi pencarian memasuki sore hari, belum ditemukan benda maupun petunjuk yang berkaitan dengan delapan orang yang dicari.

Rezie bilang, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan selama penyisiran. Kabut masih menyelimuti sejumlah wilayah pesisir, terutama di sepanjang perairan Kalianda hingga Lagundi.

"Kondisi cuaca berkabut. Setelah kami kembali ke Bakauheni juga masih kabut," ujarnya.

Selain kabut, tinggi gelombang di lokasi pencarian berkisar 0,5 hingga 1 meter dengan kecepatan angin mencapai 10-15 knot.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terlihat

Di tengah proses pencarian, Rezie menyebut tim tidak lagi menemukan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di area penyisiran.

Namun, aktivitas gunung api tersebut masih terlihat dari kejauhan. Asap putih masih keluar cukup tebal dari kawah Gunung Anak Krakatau, meski tidak membubung tinggi.

"Kalau abu vulkanik sudah tidak ada lagi di area itu. Tapi asap Anak Krakatau masih terlihat keluar tebal, tapi tidak tinggi," jelasnya.

Hingga Rabu malam, operasi pencarian dan pertolongan (opsar) masih berlangsung dengan aman. RIB 02 Bakauheni telah kembali dan sandar di Bakauheni.

Daftar Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak

Lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak di Selat Sunda pada Senin (7/9/2026). Mereka hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (28) dari ANTARA, Ari Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal (51), jurnalis lepas.

Sementara tiga awak kapal ialah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis kemudian mengirimkan titik lokasi terakhir kepada rekannya sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi terakhir rombongan tercatat sekitar pukul 15.04 WIB.