Hanura Konsolidasi di 21 Provinsi, Bidik Hasil Lebih Baik di Pemilu 2029

Membangun kembali struktur Hanura di seluruh provinsi membutuhkan waktu tak sebentar.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Partai Hanura optimistis meraih hasil lebih baik pada Pemilu 2029. Optimisme itu menguat setelah Tim Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura menyambangi provinsi ke-21 dari 38 provinsi di Indonesia untuk melakukan konsolidasi internal.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan pihaknya mendapat gambaran jelas tentang kondisi lapangan, serta semangat dan militansi para kader, dari 21 provinsi yang sudah didatangi Tim Task Force DPP Hanura. Dia optimistis, Hanura akan meraih banyak peningkatan dan siap menghadapi kontestasi demokrasi ke depan.

"Dari 21 provinsi yang kami datangi, tidak ada keraguan dan tidak ada sikap yang meragukan. Mereka yakin, Hanura bisa bangkit pada pemilu 2029 yang akan datang," ujarnya usai konsolidasi dan rapat teknis Tim Task Force DPP Hanura dengan DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Riau di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Riau, Selasa (6/10).

Dalam kunjungan itu, Rio didampingi Sekretaris Task Force DPP Hanura, Phil Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, serta empat anggota, yaitu Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, Che Raihan, dan Yusuf.

Mereka bertemu jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau pengurus tingkat kabupaten dan kota, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Hanura se-Provinsi Riau. Dalam kegiatan tersebut, DPP Hanura memberi bantuan sebesar Rp 105 juta untuk mendukung upaya penguatan struktur di tingkat akar rumput.

Melanjutkan keterangannya, Rio mengatakan konsolidasi organisasi di 17 provinsi akan terus dilakukan untuk melengkapi dan memperkuat struktur kepengurusan di daerah. "Konsolidasi akan terus berjalan sampai semua Pimpinan Anak Cabang lengkap 100 persen pada akhir Oktober," imbuhnya.

Dalam rangkaian kunjungan Tim Task Force DPP Hanura, lanjut Rio, pihaknya melakukan komunikasi intensif dengan jajaran pengurus DPC di seluruh daerah, sekaligus berbagi pengalaman tentang upaya peningkatan peran dan pengelolaan organisasi. Dia meyakini, kondisi itu akan menjadi salah satu modal untuk mempersiapkan mesin politik Hanura dalam menghadapi Pemilu 2029.

"Hari ini, semangat kader-kader Hanura berbeda dengan Pemilu 2024 lalu. Hari ini, muncul optimisme, kepercayaan diri, dan semangat untuk menghadapi pemilu yang akan datang,” tegasnya.

Rio mengakui, membangun kembali struktur Hanura di seluruh provinsi membutuhkan waktu tak sebentar. Sebab, Indonesia memiliki kondisi geografis kepulauan yang membuat jarak tempuh semakin jauh.

Namun, dia memastikan struktur organisasi partai bisa lengkap sesuai target dan DPP bisa memfokuskan persiapan lebih lanjut menghadapi Pemilu 2029. "Itu membuat kader Partai Hanura optimis memandang masa depan," ucapnya.

Khusus Riau, sambung Rio, DPP melihat perkembangan positif. Sebab, pembentukan DPC dan PAC sudah masuk dalam tahap penyelesaian.

Dia juga menilai, kepemimpinan Ketua DPD Hanura Riau, Arsadianto Rachman, membawa banyak perubahan dalam menghadapi Pemilu 2029. "Tidak ada satu pun kekhawatiran dari kami soal posisi Hanura di Provinsi Riau. Kepemimpinan Bang Arsadianto membawa perubahan besar di Hanura Provinsi Riau," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Riau, Arsadianto Rachman, menegaskan kesiapan pihaknya untuk bekerja keras dalam melakukan konsolidasi organisasi. Dia meyakini, berbagai upaya konsolidasi dan penguatan struktur yang dilakukan Hanura Riau akan memperbaiki perolehan suara Hanura pada Pemilu mendatang.

"Jajaran Hanura Riau akan menjalankan target yang disampaikan Tim Task Force. Penguatan struktur dan konsolidasi di daerah menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029. Dengan semangat juang ini, kami optimistis mencapai target," tegasnya.