Isu Penggantian Kapolri Disebut hanya Framing Negatif

Polemik penggantian Kapolri yang beredar di ruang publik sengaja dihembuskan untuk mengganggu stabilitas nasional.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 03:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) merespons isu penggantian Kapolri dengan menilai bahwa hingga saat ini kinerja Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tergolong baik.

Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny mengatakan polemik penggantian Kapolri yang beredar di ruang publik sengaja dihembuskan untuk mengganggu stabilitas nasional.

"Sejauh ini Kapolri berkinerja baik. Kalau ada isu penggantian Kapolri itu sengaja ditiup untuk mengganggu stabilitas nasional. Ini dilakukan oleh orang-orang yang terganggu dengan sikap tegas Kapolri dalam penegakan hukum. Tidak lain," kata Donny seperti dilansir Antara, Kamis (6/8).

Donny melanjutkan, jika melihat kinerja Kapolri dan jajarannya dalam menegakkan hukum, isu pergantian Kapolri itu tidak berdasar sama sekali.

Ia mengatakan bahwa, pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, kata dia, untuk membangun opini publik dibuat isu Surpres tersebut.

"Surpres penggantian Kapolri tidak lebih sebagai framing negatif untuk Kapolri, tidak ada surat itu. Buktinya, pimpinan Komisi III DPR RI kompak mengatakan tidak ada Surat Presiden tentang penggantian Kapolri sebagaimana polemik di ruang publik," ujarnya.

"Kalau isu ini masih terus berkembang, itu membenarkan dugaan kita bahwa sengaja ditiup untuk mengganggu stabilitas nasional," ucapnya.

Terkait isu Surpres tersebut, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo juga telah menanggapinya.

Sigit di Jakarta, Rabu (cek kembali: kemungkinan 5/8, bukan 5/6), mengatakan bahwa keputusan penggantian pemimpin Korps Bhayangkara merupakan hak prerogatif atau hak istimewa Presiden Prabowo. Ia pun menyerahkan keputusan penggantian kepada Presiden.

"Itu kan prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit kan apa pun dilaksanakan. Kita menunggu saja," ucapnya.