Dennis Adhiswara Ikut Demo di Tugu Tani, Siap Vokal soal Karhutla di Medsos

Dennis hadir mendukung aksi mahasiswa di Tugu Tani, Jakarta Pusat, untuk menyuarakan keresahan terkait karhutla. Ia berjanji terus menyampaikan kritik melalui media sosial dan berharap pemerintah menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor sekaligus publik figur Dennis Adhiswara turut hadir dalam aksi unjuk rasa bersama sejumlah elemen mahasiswa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Ia datang untuk mendukung mahasiswa menyuarakan keresahan, terutama terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dennis mengatakan kehadirannya dalam aksi tersebut merupakan inisiatif pribadi sebagai warga negara Indonesia (WNI). Menurut dia, mahasiswa mampu menyampaikan persoalan secara baik dan tertib.

“Saya di sini sebagai WNI yang sama-sama resah kok, teman-teman. Jadi memang, kalau, kenapa saya ada di sini, karena saya pengin mendukung teman-teman ini untuk menyuarakan terlebih masalah hutan sih,” kata Dennis kepada wartawan di lokasi.

Dennis mengaku sedih melihat persoalan kebakaran hutan yang masih terjadi di Indonesia. Ia berharap keresahan masyarakat yang disampaikan melalui aksi tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah.

“Kebakaran hutan ini memang wah sedih. Itu membuat saya, ngeneslah. Dan saya juga ngerasa bahwa teman-teman mahasiswa di sini tuh bisa menyuarakan dengan sangat baik, terus juga tertib, makanya saya mau datang gitu,” ujarnya.

Ia menilai mahasiswa mampu mengartikulasikan persoalan dengan lebih jelas. Karena itu, Dennis memilih hadir untuk memberikan dukungan.

“Mereka bisa pointing the problems dengan lebih baik gitu. Makanya saya cuma pengen dukung aja di sini,” kata dia.

Dennis berharap pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat, tetapi juga menindaklanjutinya dengan langkah nyata.

“Semoga masukan-masukan dari teman-teman di sini bisa segera diaplikasikan, enggak cuma didengar aja,” tuturnya.

 

Dennis Siap Makin Vokal soal Karhutla

Dennis menegaskan akan terus menyuarakan persoalan karhutla, termasuk melalui media sosial. Ia mengaku tidak gentar jika aktivitasnya dalam menyampaikan kritik berujung pada pembatasan secara digital.

“Kalau sampai saat menyuarakan karhutla saya dibatasi ya, silakan,” ujar Dennis.

Ia bahkan menyatakan akan semakin lantang menyampaikan keresahannya melalui media sosial.

“Justru malah makin kenceng,” katanya.

Dennis menegaskan dukungannya terhadap aksi tersebut didasari keinginan agar Indonesia menjadi lebih baik. Ia juga berharap suara masyarakat dari berbagai elemen dapat didengar sekaligus ditindaklanjuti secara tepat oleh pemerintah.

“Saya cuma WNI, cuma warga biasa saja, gitu. Ya, mudah-mudahan saya enggak salah, tapi yang kali ini kayaknya harus lebih besar bersuara, sih. Itu aja,” ucapnya.

“Ya, aku rasa semoga dengan adanya teman-teman di sini ya bisa didengerin lah sama pemerintah dan enggak cuma didengerin aja makanya tadi, tapi ditindaklanjuti dengan benar,” pungkas Dennis.