Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan barang bukti dalam perkara penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan bertambah. Lembaga antirasuah menyita uang dengan nilai total mencapai Rp 3,3 miliar.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto. Nilai total tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat setelah sebelumnya KPK mengumumkan penyitaan uang sebesar Rp 1,4 miliar dalam OTT, Selasa (13/10/2026).
"Kayaknya, kayaknya tuh jumlahnya bukan Rp 1,4 miliar. Tapi lebih kurang sekitar Rp 3,3 miliaran," kata Setyo di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).
Advertisement
Budi menerangkan uang itu disita dari lima pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Gabriel Purwaka Sigit (GPS).
Kemudian, Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga; adik Kepala BNPB Bima Setyawan; serta dua pihak swasta bernama Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.
"Itu dari beberapa pihak, gitu. Dari para pihak yang sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu ya. Spesifikasinya atau detailnya pihak-pihak siapa apa segala macam ya nanti silakan menghubungi jubir atau ke Deputi Penindakan," terang Setyo.
Terkait temuan logam mulia, Setyo mengatakan sejauh ini emas batangan yang ditemukan KPK bernilai ratusan gram lagi.
Selain uang dan emas, KPK juga menemukan barang bukti dalam bentuk kripto. Namun, Setyo menyebut tim penyidik masih akan mendalami lebih lanjut untuk memastikan detailnya.
"Ada beberapa yang terinformasi dalam bentuk ada yang kalau enggak salah ada dalam bentuk kripto, ya, ada dalam bentuk kripto, tapi sedang kami dalami, karena kripto kan harus memastikan, ya," terang Setyo.
"Karena kripto itu kan identitasnya terenkripsi, jadi tidak, tidak bisa kemudian bawa informasi, misalkan ini miliknya si A, tentu kami harus pastikan dulu, ya, tentu nanti kami salah satunya bekerja sama dengan otoritas jasa keuangan untuk memastikan bahwa siapa pemilik kripto yang kripto yang terinformasi tersebut," tambah dia.
Â
Â
Â
Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bencana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373778/original/095876000_1791980033-Penampakan_1.jpeg)
Sebanyak lima orang keluar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (14/10/2026), mengenakan rompi oranye khas tersangka usai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kelima orang yang mengenakan rompi oranye tersebut salah satunya merupakan adik Kepala BNPB Letjen Suharyanto, yakni Bima Setyawan.
"Ya, terinformasi seperti itu (adik Kepala BNPB), tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali, karena kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).
Pantauan Liputan6.com di lapangan, kelima orang yang mengenakan rompi oranye khas tersangka itu berjalan beriringan memanjang. Terdapat empat pria dan satu wanita.
Berdasarkan sumber internal yang diterima dari KPK, keempat tersangka lainnya yakni Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK berinisial GPS, Tenaga Ahli Kepala BNPB Letjen Suharyanto berinisial RCH, serta dua pihak swasta berinisial G dan S.
Setyo menyampaikan, kasus dugaan korupsi di BNPB itu berkaitan dengan penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan.
"Dari dana siap pakai itu kan melibatkan ada perusahaan-perusahaan swasta. Ini yang sedang kemudian didalami, yang terindikasi bahwa ada kerja sama, ada semacam pengkondisian, ya terutama dalam penyaluran anggaran, kemudian pemanfaatan, penggunaannya, yang sebagian disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk keuntungan dirinya sendiri," terang Setyo.
Menurut dia, kelima tersangka saat ini sudah langsung ditahan KPK.
"Tersangka ada lima orang, sudah dimasukkan ke Rutan KPK juga semua," jelas Setyo.
Â
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4588612/original/076171200_1695698562-20230926-Bansos-Beras-Arbas-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373777/original/092186600_1791980033-Penampakan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1298223/original/097011300_1469504769-KPK.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373777/original/092186600_1791980033-Penampakan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373760/original/053404900_1791978100-IMG_5031.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)