PDIP Malang Segera Miliki Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Dr. (H.C) Hj. Puan Maharani

Pembangunan sekolah tahfidz merupakan salah satu upaya PDIP Jawa Timur untuk membentuk kepribadian anak sejak dini.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cinta tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui pengabdian. Semangat inilah yang diusung dalam tajuk “Pertalian Cinta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur” melalui rencana pembangunan Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Dr. (H.C.) Hj. Puan Maharani di Malang.

Rencana tersebut disampaikan M. H. Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, dalam kegiatan konsolidasi internal partai dan bakti sosial di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

Said mengatakan, pembangunan sekolah tahfidz merupakan salah satu upaya PDI Perjuangan Jawa Timur untuk membentuk karakter dan kepribadian anak sejak dini. Menurut dia, nilai-nilai Al-Qur’an perlu ditanamkan melalui proses membaca, menghafal, memahami, hingga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekolah Tahfid ini upaya kecil kami, PDI Perjuangan Jawa Timir membangun kepribadian anak anak. Sebagai bangsa besar harus punya jatidiri, punya karakter. Karakter perlu dibangun sejak dari anak anak. Al Quran akan hidup dari kepribadian yang diamalkan. Manifestasinya dimulai dari membaca, menghafalkan, memahami, dan mengamalkannya,” kata Said, Jumat (9/10/2026).

 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, yang akrab disapa Sam Didik, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah tahfidz merupakan ikhtiar menghadirkan pendidikan Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai moral dan spiritual kepada generasi penerus.

“Pembangunan sekolah tahfidz Al-Quran ini bukan sekadar mendirikan lembaga pendidikan, melainkan menyiapkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat. Sebab, membangun masa depan tidak cukup dengan mencerdaskan pikiran, tetapi juga harus memuliakan budi pekerti,” ungkap Sam Didik.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menjelaskan bahwa rencana pembangunan tersebut merupakan upaya menerjemahkan gagasan M. H. Said Abdullah agar partai memiliki Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Dr. (H.C.) Hj. Puan Maharani.

“Bagi kami, gagasan-Ide Buya Said Abdullah adalah amanah pemikiran yang patut diteladani dan diwujudkan. Kami meyakini, politik pengabdian tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi tentang bagaimana gagasan menjelma manfaat bagi masyarakat. Inilah makna Pertalian Cinta: mempertemukan ideologi dengan tindakan, nilai dengan pengabdian, serta partai dengan kehidupan rakyat,” tutur politikus asal Kecamatan Dau yang lebih akrab disapa Adeng tersebut.

 

Semangat pembangunan sekolah tahfidz ini sejalan dengan nilai-nilai yang senantiasa ditekankan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yakni membumikan Pancasila, merawat gotong royong, dan menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada rakyat.

Pada akhirnya, ideologi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Begitu pula cinta yang sejati, yang tidak sekadar dirayakan, tetapi diwariskan melalui karya, pendidikan, dan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.