Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto memenuhi panggilan Komisi III DPR terkait penanganan kasus tiga santri terbakar di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam rapat tersebut, korban turut dihadirkan untuk memberikan keterangan.
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata membenarkan Eko Yusmiarto menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR. Eko datang bersama Kepala Satreskrim AKP Punguan Hutahaean dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Tengah.
"Mereka juga bawa berkas penanganan kasusnya," kata Lalu Brata melalui sambungan telepon, Senin (13/7/2026).
Advertisement
Dalam rapat tersebut, korban dihadirkan bersama orang tuanya dengan pendampingan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram.
Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi mengatakan, pihaknya hadir untuk memastikan hak korban mendapatkan keadilan serta mendorong kehadiran negara dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
"Kami ingin memastikan keadilan bagi seluruh korban dalam kasus ini. Lebih dari itu, kami memperjuangkan agar negara, dari pemerintah pusat hingga daerah hadir. Hadir secara utuh bagi seluruh anak korban kekerasan," ujarnya.
Dua Orang Jadi Tersangka
Polres Lombok Tengah sebelumnya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Keduanya yakni pimpinan pondok pesantren berinisial MR (55) dan seorang santri senior berinisial AMR (15).
MR diduga bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan tiga santri menjadi korban, sementara AMR diduga sebagai pihak yang mengakibatkan terjadinya peristiwa tersebut.
Kepolisian menjerat kedua tersangka dengan Pasal 359 atau Pasal 360 ayat (1) KUHP juncto Pasal 474 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pasal tersebut mengatur tindak kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia maupun mengalami luka berat.
Kasus ini bermula dari peristiwa terbakarnya tiga santri di lingkungan pondok pesantren milik MR pada November 2025. Perkara tersebut kemudian ditindaklanjuti kepolisian setelah menerima laporan dari pihak korban pada Juni 2026.
Akibat kejadian itu, dua santri yakni Ahmad Deven Ramdan (14) dan Sahid Al Hudri (12) mengalami luka bakar serius. Sementara santri berinisial NSS (13) meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.
Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya 20 saksi, termasuk ahli pidana dan ahli kedokteran. Penyidik juga mengumpulkan sejumlah alat bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara di salah satu ruangan di lingkungan pondok pesantren.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295230/original/053647500_1783920550-kapolrew-loteng-akbp-eko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293559/original/029478700_1783736101-campaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293974/original/060964700_1783766241-dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121792/original/089615500_1660295127-000_DV796670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294722/original/070659100_1783855098-Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294841/original/008907800_1783891890-20260712_183218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292539/original/031332800_1783604547-1005606224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295188/original/024772000_1783917905-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_10.38.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1578137/original/044803700_1493270645-Buaya3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294861/original/095021800_1783903599-391207.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294849/original/030460600_1783897725-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_06.00.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294761/original/022744500_1783864970-1000039843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294838/original/028322100_1783874950-WhatsApp_Image_2026-07-12_at_19.39.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294786/original/003935400_1783867053-IMG_20260712_191650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294754/original/077620500_1783862430-Lokasi_Kecelakaan.jpg)