Di Hadapan Dosen-Rektor, Prabowo Soroti Ancaman AI Hingga Nuklir

Prabowo mengingatkan kalangan akademisi, khususnya para guru besar dan profesor, memiliki peran penting untuk mendalami perkembangan AI.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 14:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pesatnya perkembangan teknologi. Khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Prabowo menilai, AI menyimpan potensi besar sekaligus ancaman bagi kehidupan manusia. 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor/Dekan/Dosen PTN & PTS Seluruh Indonesia bertema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026).

“Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia,” kata Prabowo. 

Tak hanya soal AI, Prabowo juga menyinggung teknologi nuklir yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Namun di sisi lain juga memiliki daya rusak yang sangat besar. Oleh sebab itu, Prabowo menilai kemajuan teknologi tidak selalu membawa dampak positif. 

“Kita tahu juga teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat nuklir, di satu pihak luar biasa bisa membantu manusia, energi yang sangat murah, energi yang relatif bersih. Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, ya. Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung,” jelas Prabowo. 

Prabowo melanjutkan pandangannya tentang perkembangan terbaru mengenai Agent AI. Yakni sistem AI yang disebut dapat bekerja untuk individu, kelompok, korporasi, organisasi, hingga negara. 

“Konon kabarnya sekarang sudah ada 5 juta Agent AI,” ungkapnya. 

Prabowo menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, jutaan Agent AI tersebut bahkan telah memiliki ruang komunikasi sendiri menggunakan bahasa kode yang tidak dipahami manusia.

“Dan mereka katanya sudah punya apa itu namanya chatroom sendiri. 5 juta ini berbicara sendiri dalam bahasa kode mereka sendiri. Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat,” ucap dia.

Prabowo juga menyinggung kemampuan AI yang kini telah melampaui manusia dalam sejumlah bidang. Termasuk permainan catur dan penciptaan berbagai karya.

“Sekarang juara catur saja kalah sama mesin. Juara catur. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa,” katanya.

Karena itu, Prabowo mengingatkan kalangan akademisi, khususnya para guru besar dan profesor, memiliki peran penting untuk mendalami perkembangan AI. Sehingga Indonesia mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ditawarkan teknologi tersebut.

“Inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu. Jadi saudara-saudara, saya sangat berterima kasih,” pesan Prabowo.