Liputan6.com, Jakarta - Hikma Nurul Audhliya (38) berdiri di balik meja outlet Salad Umma di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026) siang. Tangannya cekatan menyiapkan pesanan salad untuk pelanggan yang datang silih berganti. Aroma segar potongan buah memenuhi ruangan kecil itu.
Di belakangnya, karyawannya, Hera Chaerunisa (26) sibuk memotong buah untuk stok pesanan berikutnya. Dentingan pisau yang beradu dengan talenan bersahutan dengan suara pelanggan yang bertanya soal varian menu dan harga salad.
Di depan etalase kaca transparan, pelanggan bergantian melakukan pembayaran. Ada yang memindai barcode QRIS, ada pula yang membayar tunai sambil berbincang singkat dengan Hikma. Sementara di dalam etalase, deretan salad warna-warni tersusun rapi dalam kemasan bening, menunggu diantar ke pelanggan.
Advertisement
Sudah enam tahun Hikma menekuni usaha kuliner Salad Umma yang dirintisnya pada 2020. Saat pandemi Covid-19 menghantam Indonesia.
“Makanya kalau ingat salad buah, saya ingatnya salad Covid,” ujar Hikma sambil tertawa.
Sebelum menjual salad, Hikma dikenal sebagai makeup artist (MUA) yang menggantungkan penghasilan dari acara hiburan dan pernikahan. Namun pandemi Covid-19 membuat keuangannya terpuruk. Bisnis makeup artist dan wedding organizer yang dijalankannya kolaps.
Uang muka pelanggan harus dikembalikan. Sementara sebagian dana sudah lebih dulu dibayarkan ke vendor dekorasi, bunga, hingga tenda acara. Di tengah situasi itu, Hikma bahkan menjual makeup preloved miliknya untuk bertahan hidup.
Saat kehilangan sumber penghasilan, Hikma mulai memutar otak mencari peluang baru. Dia sadar bisnis makanan menjadi salah satu usaha yang masih bisa bertahan di tengah pembatasan aktivitas saat pandemi Covid-19.
Di saat itulah Hikma mencoba mengikuti Program Prakerja. Dia sempat gagal di gelombang pertama, sebelum akhirnya lolos di kesempatan berikutnya. Awalnya, Hikma tetap memilih kelas makeup karena masih berharap dunia hiburan dan pernikahan segera bangkit. Namun harapan itu tak kunjung datang.
Dari sisa voucher pelatihan Prakerja yang dimilikinya, Hikma kemudian mencoba kelas membuat salad. Menurutnya, menu itu lebih praktis karena tidak membutuhkan kompor, prosesnya cepat, dan bisa dijual secara online.
Modal awal usaha Hikma benar-benar berasal dari bantuan Prakerja. Dana Rp 600 ribu pertama dipakai membeli sayuran, buah, bahan pelengkap, dan kemasan. Bantuan tahap berikutnya digunakan membeli chopper untuk kebutuhan produksi.
"Itu modal awalnya. Betul-betul berangkatnya dari MUA bangkrut banting setir," kisahnya.
Awalnya, Hikma fokus menjual salad sayur dengan berbagai varian. Produk buah baru mulai muncul setelah dia mendapat pesanan untuk acara ulang tahun. Dari situ lahir menu fruit salad, cheesy fruit salad, hingga milk cheese series yang kini menjadi salah satu menu favorit pelanggan.
Perjalanan bisnis Hikma tentu saja tak langsung mulus. Di masa awal berjualan, omzetnya naik turun. Terkadang hanya Rp 15 ribu, di lain waktu tidak ada pesanan sama sekali. Kadang juga naik menjadi Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu, lalu turun lagi ke titik nol.
“Rasanya pengen berhenti terus,” kata Hikma.
Usaha Salad Umma mulai menanjak setelah produknya mendapat sertifikasi halal dan masuk program Jakpreneur pada akhir 2023. Sejak itu, produknya mulai masuk ke bazar kedinasan, pusat perbelanjaan, hingga pesanan rapat kementerian dan pemerintah daerah.
“Kayaknya rezeki mulai kebuka setelah sertifikasi halal,” ujarnya.
Meski pesanan terus meningkat, Hikma masih memproduksi semuanya dari rumah. Kepercayaan pelanggan mulai tumbuh, tetapi dia sadar bisnisnya perlu naik kelas. Dorongan itu makin kuat ketika banyak rekan UMKM di Jakpreneur mulai membuka kios dan outlet menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Naik Kelas Lewat KUR BRI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5604216/original/064476600_1778170692-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_23.08.37.jpeg)
Pada Mei 2025, Hikma memberanikan diri mengambil brosur KUR di kantor BRI KCP Tebet Barat. Meskipun saat itu dia belum benar-benar yakin ingin meminjam uang. Namun proses yang cepat justru membuat Hikma terkejut.
Hari pertama setelah mengambil brosur, dia dihubungi mantri BRI. Sore harinya petugas datang survei. Besoknya, kepala area turun langsung melihat lokasi usaha Hikma. Tak sampai tiga hari, akad kredit dilakukan. Hikma mendapat pinjaman Rp 100 juta.
Pinjaman dengan tenor 36 bulan itu menjadi modal membangun outlet pertama Salad Umma. Carport rumah yang dulu gelap dan hanya dipakai menyimpan barang perlahan disulap menjadi toko kecil yang kini ramai pelanggan.
“Dulu orang beli cuma lewat WhatsApp dan GoFood. Sekarang orang percaya karena lihat tokonya ada,” ucap Hikma.
Keberadaan outlet membuat omzet Salad Umma melonjak. Sebelum memiliki toko, omzet harian rata-rata sekitar Rp 1 juta. Kini bisa mencapai Rp 3 juta per hari. Bahkan saat Ramadan kemarin penjualan sempat menembus Rp 6 juta hingga Rp 10 juta sehari karena pesanan hampers, bazar, dan katering kementerian datang bersamaan.
Untuk menjaga kualitas produknya, Hikma memilih lebih selektif dalam membeli bahan baku buah dan sayur. Menurutnya, kualitas bahan sangat memengaruhi rasa dan ketahanan salad yang dijualnya.
Dia mengaku pernah membeli buah di pasar, tetapi kualitasnya sering tidak konsisten karena sebagian buah sudah disimpan beberapa hari sebelum dijual kembali.
“Kalau buahnya sudah lama, ngaruh ke produk kita. Jadi saya nggak pede bilang bisa tahan sampai tiga hari,” ujarnya.
Karena itu, Hikma kini lebih memilih membeli buah di toko buah modern yang memiliki proses quality control (QC). Meski harganya sedikit lebih mahal, dia merasa kualitas buah lebih terjamin.
“Yang dijaga itu konsistensi kualitas, rasa, sama kesegarannya,” kata Hikma.
Advertisement
Buka Lapangan Kerja, Rekrut Istri Marbot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5604218/original/019446500_1778170818-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_23.08.37__2_.jpeg)
Tak hanya mengembangkan bisnis, Hikma juga membuka lapangan kerja kecil-kecilan. Dia mempekerjakan istri marbot masjid, Hera Chaerunisa untuk membantu menjaga bazar dan operasional usaha.
Hikma mengaku perekrutan itu tanpa rencana khusus. Awalnya, dia kesulitan mencari orang untuk menjaga bazar ketika harus tetap mengurus produksi di dapur. Dari situlah dia dikenalkan kepada istri marbot yang kemudian ikut membantu usahanya hingga sekarang.
“Cocok aja orangnya, gampang diajak kerja sama,” ujar Hikma.
Selain itu, Hikma juga melibatkan mahasiswa kewirausahaan dari Universitas Saintek Muhammadiyah untuk membantu menjaga bazar atau event tertentu. Menurutnya, mahasiswa dipilih karena lebih komunikatif dan mampu menjelaskan produk kepada pelanggan.
“Kalau di tempat baru itu kan orang banyak tanya. Isinya apa, pakai mayo atau enggak, dressing-nya apa. Jadi harus bisa jelasin,” katanya.
Mahasiswa yang dilibatkan bekerja secara freelance. Sementara istri marbot sebagai karyawan tetap bekerja setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB. Sebelum outlet buka, mereka lebih dulu menyiapkan bahan, membersihkan area toko, hingga memotong buah dan sayur untuk stok penjualan hari itu.
Hikma mengatakan, karyawannya mendapat gaji pokok ditambah bonus dari penjualan outlet. Baginya, usaha yang dirintis dari rumah itu bukan hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga ikut membantu menambah pemasukan orang-orang di sekitarnya.
Hera Chaerunisa mengaku baru menjadi karyawan tetap sejak outlet Salad Umma dibuka pada September 2025. Sebelumnya, Hera hanya sesekali membantu menjaga bazar sejak awal tahun lalu.
“Aku awalnya dipanggil kalau ada bazar aja,” ujar perempuan asal Garut itu.
Hera merantau ke Tebet bersama suaminya yang bekerja sebagai marbot masjid. Selama tinggal di Jakarta, dia mengaku ingin tetap memiliki kegiatan sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.
“Daripada nunggu suami kerja terus, ya sambil bantu-bantu,” katanya.
Menurut Hera, tambahan penghasilan dari bekerja di Salad Umma cukup membantu kebutuhan hidup sehari-hari di Jakarta yang menurutnya tidak murah. Apalagi dia dan suaminya hidup jauh dari keluarga di kampung halaman.
Awalnya, Hera mengaku sempat kaget harus bekerja melayani pelanggan setiap hari. Namun rasa canggung itu perlahan hilang karena suasana kerja yang dianggap nyaman dan akrab.
“Soalnya ibunya welcome, terus sama-sama orang Sunda juga jadi nyambung,” ujarnya sambil tersenyum.
Setiap hari, sebelum outlet buka Hera lebih dulu membersihkan toko dan menyiapkan bahan-bahan untuk produksi. Saat Ramadan, jam kerjanya bahkan bisa lebih panjang karena pesanan meningkat tajam.
“Kalau puasa kemarin sibuk banget. Kadang lembur juga,” katanya.
BRI Genjot Pembiayaan UMKM
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5095189/original/089098000_1736919564-IMG-20250115-WA0003.jpg)
BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Hingga triwulan I 2026, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BRI tercatat mencapai Rp1.562 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, segmen UMKM masih menjadi pilar utama portofolio pembiayaan perseroan. Nilai penyalurannya mencapai Rp1.211 triliun.
“Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun,” ujar Hery dalam Press Conference Kinerja Keuangan Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Kamis (30/4/2026).
Di saat yang sama, BRI juga konsisten menjadi penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp47,09 triliun kepada sekitar 947 ribu nasabah pinjaman.
Sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai mencapai Rp19,86 triliun atau sekitar 42,16 persen dari total penyaluran KUR.
Menurut Hery, penyaluran tersebut tidak hanya menunjukkan luasnya jangkauan layanan BRI, tetapi juga menjadi dorongan bagi pertumbuhan usaha produktif dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
“Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” katanya.
Selain pembiayaan, BRI juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk mendukung pelaku UMKM agar dapat berkembang dan naik kelas.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5604215/original/046977900_1778170692-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_23.08.37__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8793192/original/003758200_1782899679-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_16.09.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272316/original/024386100_1751539843-20250703-Kenaikan_tarif_Ojol-ANG_2.jpg)