Pramono Siapkan Penanganan Sampah di 11 Sungai Jakarta

Pramono siapkan pengelolaan sampah dari hulu ke 11 sungai Jakarta.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 18:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperluas penanganan sampah dari hulu ke 11 sungai di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan langkah ini menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan sampah, dari sebelumnya sekadar angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat meninjau sistem pengelolaan sampah di fasilitas Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).

Pramono menjelaskan, penanganan sampah di SSTBS dilakukan sebelum sampah dari Sungai Ciliwung masuk ke Manggarai. Melalui proses tersebut, hampir 30% sampah dari Sungai Ciliwung dapat diambil untuk selanjutnya diolah sesuai jenisnya.

“Dari Sungai Ciliwung inilah kemudian hampir 30% sampah bisa diambil, diolah di sini. Sebagian untuk menjadi organik, dan sebagian residu, sebagian lagi dipres untuk kebutuhan beberapa industri yang ada di sekitaran sini,” ujar Pramono.

Sebagian sampah juga telah dikirim ke Ciawi dan Cilincing untuk diolah menjadi kompos dan maggot. Pramono menilai penanganan tersebut menunjukkan pengelolaan sampah di Jakarta mulai dilakukan secara lebih terencana dan tidak lagi secara parsial.

Pramono menyebut RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, sel, serta TPS 3R sebagai bagian dari sistem yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah di Jakarta.

 

Daftar 11 Sungai

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berencana mengembangkan penanganan serupa seperti yang telah diterapkan di TB Simatupang ke 11 sungai lainnya. Dari total 13 sungai di Jakarta, sungai yang akan ditangani meliputi Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, dan Cakung.

“Dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan bahwa kita akan mengembangkan penanganan yang seperti ini di 11 sungai yang ada di Jakarta,” kata Pramono.