Kecewanya Pramono Anung Laga Persija vs Persib Tak Bisa Digelar di Kandang Sendiri

Gubernur DKI Pramono Anung mengaku kecewa laga Persija vs Persib tak bisa digelar di Jakarta.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duel panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dipastikan tidak digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Di mana, laga tersebut resmi dipindahkan ke Samarinda, Kalimantan Timur, dan tetap berlangsung sesuai jadwal pada Minggu, 10 Mei 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku kecewa pertandingan Persija vs Persib ini tak bisa digelar di kandang sendiri.

"Jadi bukan hanya Jakmania atau siapa, saya termasuk yang kecewa," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/5/2026). 

Pramono mengungkapkan, pada Rabu, 5 Mei 2026, dirinya bahkan sudah bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri di Balai Kota DKI Jakarta untuk membahas ihwal venue duel dua klub tersebut. 

"Dan kemarin teman-teman juga tahu saya menerima Kapolda. Jadi intinya saya juga kecewa," ujar dia. 

Kendati mengaku kecewa, Pramono tetap menerima keputusan bersama yang telah diputuskan pihak terkait. Pasalnya, menurut dia ada alasan-alasan masuk akal yang membuat laga Persib vs Persija tidak bisa digelar di Jakarta.

"Tetapi apapun yang menjadi keputusan bersama tidak dipertandingkan di Jakarta, saya sebagai Gubernur karena ada reasoning atau alasan yang menurut saya sangat-sangat masuk akal, bagaimanapun saya lebih baik menjaga Jakarta tetap adem, ayem, tenteram. Itu yang lebih utama," jelas dia. 

Meski begitu, Pramono tidak merinci alasan-alasan apa saja yang dimaksud. "Kalau kecewa, saya kecewa banget. Kalau alasan, (tanya) yang buat alasan saja yang mau membuatnya," tandas Pramono. 

Alasan Persija vs Persib Tak Digelar di Jakarta

Sebelumnya, duel panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dipastikan tidak digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Laga pekan ke-32 tersebut resmi dipindahkan ke Samarinda, Kalimantan Timur, dan tetap berlangsung sesuai jadwal pada Minggu, 10 Mei 2026.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, mengatakan keputusan ini diambil setelah koordinasi dengan Baintelkam Polri terkait perizinan dan faktor keamanan.

"Mungkin ini keluar daripada konteks pemberitaan dan lain-lainnya bahwa liga memiliki keinginan untuk bisa digelar di daerahnya masing-masing. Tetapi seperti teman-teman ketahui bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda," kata Ferry kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ferry menjelaskan, padatnya agenda di Jakarta sepanjang Mei menjadi pertimbangan utama. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu potensi gangguan di luar aspek sepak bola.

"Iya, ya teman-teman kan juga melihat salah satu apa namanya beberapa runtutan yang ada di Jakarta ini mulai dari May Day, ada Hari Buruh dan sebagainya. Nah itu yang ada kekhawatiran yang kami di liga juga merasa penting untuk dialihkan di tempat lain," jelasnya.

Menurut dia, pertandingan dengan rivalitas tinggi seperti Persija kontra Persib tidak memungkinkan untuk diundur karena jadwal kompetisi yang padat.

Pertimbangkan Stadion di Pulau Jawa

Sebelum memutuskan Samarinda, PT LIB sempat mempertimbangkan sejumlah stadion di Pulau Jawa hingga Bali. Namun, keterbatasan regulasi dan jadwal pertandingan klub lain membuat opsi tersebut batal.

"Semula kita mau merencanakan untuk di Bali. Tetapi Bali bertanding tanggal sebelas. Bahwa regulasi kita melarang untuk berhimpitan bertanding di satu stadion di hari yang berbeda. Di Kalimantan Timur enggak ada pertandingan lain," paparnya.

Meski dipindahkan ke luar Jawa, pertandingan tetap akan digelar dengan kehadiran penonton sesuai kapasitas stadion. Namun, aturan larangan suporter tamu tetap diberlakukan.

"Tetap dengan penonton sesuai dengan standar kapasitas yang ada di sana. Oh tetap dilarang. Suporter tamu tetap dilarang. Sama seperti kejadian-kejadian atau pertandingan-pertandingan sebelumnya, suporter tamunya tetap dilarang," tegas Ferry.