Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mendorong kader GMNI membangun kepemimpinan intelektual berbasis pemikiran Bung Karno, yang berorientasi pada perubahan struktural politik, ekonomi, dan kebudayaan demi mewujudkan keadilan sosial.
Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber penutup Lokakarya Kaderisasi Nasional GMNI di Lampung Selatan, Sabtu (31/10/2026). Forum yang berlangsung sejak 26 Oktober itu diikuti perwakilan cabang dari Aceh hingga Papua.
Advertisement
"Disinilah relevansi Marhaenisme dengan narasi dan spirit pembebasan," kata dia.
"Marhaenisme menjadi landasan kebijakan struktural agar rakyat menjadi kekuatan produksi yang efektif bagi kesejahteraan sosial," sambungnya.
Perjuangan ideologis tersebut, lanjut Hasto, memerlukan kepemimpinan strategis yang matang.
"Selain pertajam pemahaman terhadap ideologi, kepemimpinan strategis, manajemen organisasi, kultur organisasi, dan memastikan berjalannya fungsi-fungsi organisasi harus menjadi fokus kaderisasi," tutur dia.
Hasto juga menyinggung pentingnya geopolitik Bung Karno yang berpijak pada realitas bahwa faktor geografis bersifat permanen, sementara aktor dan konstelasi kekuasaan global senantiasa dinamis.
"Pemikiran geopolitik Soekarno ini sangat relevan di dalam melihat bagaimana dinamika konstelasi dunia dan dari situlah Indonesia merumuskan national interest-nya," kata dia.