Cak Imin Ungkap 1,1 Juta Orang Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Cak Imin menyebut 1,1 juta jiwa keluar dari kemiskinan ekstrem selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

oleh Alya Putri AgustinaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 06:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Liputan6.com/Alya)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengungkapkan, sebanyak 1,1 juta jiwa berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Cak Imin dalam agenda pemaparan kinerja dua tahun Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Plaza BP Jamsostek, Rasuna Said, Selasa, 27 Oktober 2026.

"Teman-teman sekalian, hari ini saya ingin menyampaikan perjalanan 2 tahun kerja pemberdayaan di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo, Presiden Republik Indonesia. Kemiskinan turun dari 8,57% menjadi 8,07% di mana yang miskin ekstrem sudah kita berhasil dorong untuk keluar dari kemiskinan ekstrem sejumlah 1,1 juta jiwa. Dan kita ingin terus bekerja agar kemiskinan ekstrem akhir tahun ini bisa nol," ujar Cak Imin.

Laporan kinerja dua tahun Kemenko PM mencatat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, angka kemiskinan nasional berada di level 8,07%. Sementara itu, jumlah penduduk yang mengalami kemiskinan ekstrem turun dari 2,8 juta jiwa atau 0,9% pada 2024 menjadi 1,7 juta jiwa atau 0,6% pada Maret 2026. Data tersebut menunjukkan sebanyak 1,1 juta jiwa berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem.

Untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol, Kemenko PM menjalin kerja sama lintas sektor yang menyasar wilayah prioritas. Upaya ini melibatkan 46 kementerian/lembaga dengan 156 target program. Selain itu, pemerintah menetapkan 88 kabupaten/kota dan 16.550 desa/kelurahan sebagai wilayah prioritas konvergensi sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan pengentasan kemiskinan.

Cak Imin menyebut, salah satu upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui integrasi sektor pendidikan dengan program Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Dan ada satu cerita yang paling menarik dan membanggakan, bahwa hari ini 44.200 anak-anak yang terlantar dan kurang beruntung dari keluarga yang paling miskin, hari ini telah bersekolah di Sekolah Rakyat dengan fasilitas yang lengkap dan memadai," ungkapnya.

 

Kemandirian Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Liputan6.com/Alya)

Ia mengaku takjub melihat perubahan yang dialami para peserta didik setelah mendapatkan pembinaan di Sekolah Rakyat.

"Saya sendiri amat sangat kaget. 6 bulan yang lalu dibanding 6 bulan yang sekarang, anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi sehat, motivasinya tinggi, sudah tidak ada traumatik dalam hidupnya yang selama sebelum masuk Sekolah Rakyat dengan berbagai latar belakang yang penuh penderitaan, hari ini sudah mengalami berbagai kemajuan," tuturnya.

Selain memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, pemerintah juga membekali orang tua siswa agar memiliki kemandirian ekonomi.

"Bapak Ibu sekalian yang saya muliakan, di sisi yang lain, orang tua keluarga miskin yang sedang bersekolah di Sekolah Rakyat kita bekali, kita didik, dan kita mandirikan. Anaknya belajar, keluarganya memiliki kemampuan baru, kemudian berkeluarga, dan insyaallah tahun ini kita akan berhasil anaknya bersekolah dengan masa depan yang cerah dan orang tuanya mandiri menjadi orang yang produktif," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya