Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 5,52 persen pada triwulan II 2026. Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen pada periode yang sama.
"Hal itu ditandai dengan pertumbuhan ekonomi kita yang sekarang ini di triwulan kedua kemarin kita tumbuh 5,52 persen atau tumbuh di atas rata-rata nasional 5,29 persen," kata Pramono dalam konferensi pers realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta triwulan III 2026, Selasa (21/10/2026).
Advertisement
Selain itu, Jakarta juga berkontribusi sekitar 16,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Dia menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah lapangan usaha. Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah konstruksi, yang mencatat pertumbuhan sebesar 10,84 persen.
Menurut Pramono, perkembangan sektor konstruksi menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas pembangunan sekaligus geliat ekonomi di Jakarta.
"Yang menggembirakan adalah pertumbuhan tersebut ditopang oleh berbagai lapangan usaha. Salah satunya yang tumbuhnya dulu 3-4 tahun ini selalu rendah, kemarin tumbuhnya lumayan baik adalah konstruksi," ungkapnya.
Pramono berharap pertumbuhan sektor konstruksi dapat terus berlanjut sehingga mencerminkan kondisi perekonomian dan optimisme di ibu kota.
"Sehingga dengan demikian, inilah yang menurut saya menjadi catatan bahwa mudah-mudahan konstruksi semakin tumbuh, menggambarkan realita bahwa ekonomi dan juga optimisme di Jakarta semakin baik," kata dia.
Indeks Keyakinan Konsumen
Selain pertumbuhan ekonomi, Pramono menyoroti indeks keyakinan konsumen Jakarta yang berada di level 150 pada Agustus 2026. Dia menyebut angka itu menunjukkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian Jakarta.
"Dan hal itu terbukti juga dengan indeks keyakinan konsumen di bulan Agustus tahun 2026 kemarin kita ada di level 150. Ini menunjukkan sebagai angka optimisme publik masyarakat Jakarta terhadap perekonomian Jakarta," jelas Pramono.
Ia juga memaparkan perkembangan mobilitas masyarakat melalui transportasi publik. Hingga September 2026, jumlah gabungan penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 368,4 juta orang, meningkat 10,8 persen.
"Hal itu tergambar dari konektivitas kita yang semakin baik, sekarang ini sudah di angka 93 persen," tandasnya.