Serah Terima Jabatan Kepala BNPP, Mendagri Tito Titip Pesan ke Maruli

Tito berharap, dengan jabatan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala BNPPDT, Maruli dapat mengoptimalkan pelaksanaan tugas institusi tersebut.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 19 Oktober 2026, 13:54 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyerahkan jabatan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) kepada Jenderal TNI Maruli Simanjutak (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyerahkan jabatan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Prosesi serah terima jabatan tersebut berlangsung di Kantor BNPP, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Maruli sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) di Istana Negara pada Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut menandai transformasi BNPP menjadi BNPPDT. Perubahan nomenklatur ini membuat tugas BNPP menjadi lebih luas.

Mendagri mengaku telah lama mengenal Maruli dan memiliki hubungan yang baik dengannya. Ia berharap, dengan jabatan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala BNPPDT, Maruli dapat mengoptimalkan pelaksanaan tugas institusi tersebut.

“Saya berharap banyak di bawah Jenderal Maruli yang sudah banyak pengalaman dan masih menjabat sebagai Wakil Panglima TNI tugas-tugas BNPP ini ditambah daerah tertinggal (terpencil) akan lebih efektif,” jelasnya.

Mendagri menjelaskan, tugas utama BNPP adalah mengembangkan daerah perbatasan. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Tugas lainnya adalah menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga. Selain itu, BNPP bertugas mengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan menjadikannya sebagai pusat ekonomi baru.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan untuk memperkuat nasionalisme. Dengan demikian, daerah perbatasan dapat menjadi zona penyangga terhadap infiltrasi dari negara lain, baik melalui jalur darat maupun laut.

Sementara itu, Kepala BNPPDT Maruli mengatakan bahwa dengan perubahan nomenklatur tersebut, dirinya akan berfokus mengelola daerah perbatasan dan daerah terpencil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Dengan dukungan perangkat kerja yang ada dan bimbingan dari Mendagri, ia akan berupaya menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Kita akan melanjutkan apa-apa yang sudah [dan] sedang proses pengerjaan, dan juga apa yang perlu-perlu ditingkatkan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, jajaran deputi BNPP, serta pejabat terkait lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya