Anak Krakatau Erupsi 4 Kali dalam 16 Menit

Erupsi terbaru terjadi pada pukul 01.47 WIB.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 17 Oktober 2026, 06:42 WIB
Tangkapan layar rekaman Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi. (Dok. PVMBG)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu dini hari (17/10/2026). Berdasarkan laporan pengamatan gunung api, aktivitas letusan tercatat terjadi empat kali dalam rentang waktu sekitar 16 menit, mulai pukul 01.31 hingga 01.47 WIB.

Erupsi terbaru terjadi pada pukul 01.47 WIB. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi 29 detik. Namun, secara visual, letusan tidak teramati.

Sebelumnya, erupsi tercatat pada pukul 01.40 WIB dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 22 detik. Sementara itu, laporan pukul 01.35 WIB menyebut erupsi masih berlangsung saat pengamatan dilakukan.

Aktivitas erupsi juga terdeteksi pada pukul 01.31 WIB. Dalam laporan tersebut, tinggi kolom erupsi tidak teramati dan letusan masih berlangsung ketika laporan dibuat.

Rangkaian aktivitas vulkanik ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Selat Sunda serta wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Radius 5 Kilometer Jadi Zona Bahaya

Dalam rekomendasinya, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk pengunjung, wisatawan, dan pendaki, dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak memasuki wilayah radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bahaya, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.

Ancaman tersebut perlu diwaspadai, khususnya di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Anak Krakatau, masyarakat di wilayah pesisir Provinsi Lampung dan Banten diminta tetap tenang.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut erupsi Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami. Warga dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Untuk memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, masyarakat dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, melalui nomor (022) 7272606 di Bandung.

Informasi juga dapat diperoleh melalui Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten, melalui nomor (0254) 651449 atau 085846324506.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya