BMKG Ungkap Penyebab Gempa Beruntun Guncang Sukabumi dan Bogor

Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya mengalami gempa tektonik pada pukul 17.49 WIB.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 16 Oktober 2026, 00:09 WIB
Gempa mengguncang Bogor, Jawa Barat. (Dok. BMKG)

Liputan6.com, Jakarta - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) mengungkap penyebab terjadinya gempa bumi di wilayah Sukabumi dan Bogor pada Kamis (15/10/2026) sore. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi di Sukabumi dan Bogor dipicu aktivitas sesar aktif.

Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya mengalami gempa tektonik pada pukul 17.49 WIB. Gempa bumi yang dirasakan di dua wilayah tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal.

"Wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik beruntun. Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Ana, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan analisis BMKG, gempa pertama memiliki magnitudo 3,5. Gempa tersebut berada pada koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,61 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya di darat, sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kedalamannya mencapai sembilan kilometer," jelas Ana.

Gempa kedua memiliki magnitudo 4,1 dan terletak pada koordinat 6,73 derajat LS dan 106,60 derajat BT, dengan kedalaman lima kilometer. Adapun lokasi gempa berada di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, Jawa Barat.

"Dari laporan masyarakat gempa dirasakan berbeda di sejumlah wilayah," terang Ana.

 

Skala Intensitas

Di wilayah Pamijahan dan Kabandungan, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI. Getaran dengan intensitas tersebut dirasakan banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah.

"Getaran juga dapat menyebabkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi," ucap Ana.

Adapun di wilayah Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, layaknya berada di dalam truk yang melintas.

Di wilayah Palabuhan Ratu, Pabuaran, dan Cicantayan, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hingga pukul 18.40 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,4," ungkap Ana.

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya