Gibran Tawarkan Istana Wapres untuk Latihan Tari Anak Disabilitas

Gibran menawarkan auditorium Istana Wapres untuk latihan tari anak-anak disabilitas. Angkie Yudistia menilai langkah ini membawa pesan penting tentang kesetaraan dan inklusi.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 15 Oktober 2026, 15:28 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menerima anak-anak penyandang disabilitas DI Istana Wapres, Jakarta. (Dok: Setwapres)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menawarkan penggunaan auditorium di lingkungan Istana Wakil Presiden sebagai tempat latihan bagi Komunitas Aku Menari, wadah anak-anak penyandang disabilitas yang mengembangkan potensi melalui seni tari.

Dukungan tersebut disampaikan Gibran saat menerima audiensi Komunitas Aku Menari di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Founder Komunitas Aku Menari, Tati Dwi Indarti, menyampaikan bahwa selama ini komunitasnya masih menyewa dan berpindah-pindah tempat untuk berlatih.

Menanggapi hal tersebut, Gibran menawarkan fasilitas auditorium di lingkungan Istana Wakil Presiden agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan.

“Silakan dilanjutkan persiapannya. Kami akan mendukung, atau mau pakai tempat kami (auditorium) di belakang,” ujar Gibran.

Komunitas Aku Menari merupakan wadah bagi anak-anak penyandang disabilitas dengan beragam kondisi, mayoritas di antaranya anak dengan down syndrome. Dalam waktu dekat, komunitas ini berencana menggelar pertunjukan khusus anak-anak disabilitas di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Dukungan Gibran diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengekspresikan diri sekaligus mengembangkan minat, bakat, dan kepercayaan diri melalui seni tari.

Usai audiensi, Gibran juga mengajak para penari Komunitas Aku Menari berkeliling Istana Wakil Presiden.

 

Buka Ruang Bagi Anak Penyandang Disabilitas

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menerima anak-anak penyandang disabilitas DI Istana Wapres, Jakarta. (Dok: Setwapres)

Pegiat isu disabilitas Angkie Yudistia mengapresiasi langkah Gibran yang membuka ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas di lingkungan Istana Wakil Presiden.

Menurut Angkie, langkah tersebut membawa pesan bahwa ruang negara terbuka bagi seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.

“Saya melihat langkah Mas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai sebuah pesan kepemimpinan yang memiliki makna mendalam. Karena sesungguhnya, Istana bukan hanya simbol kekuasaan, tetapi juga simbol harapan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali,” kata Angkie.

Dia menilai, kesempatan bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk hadir dan menunjukkan potensi di ruang kenegaraan merupakan bentuk pengakuan terhadap kedudukan mereka yang setara sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Ketika anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk hadir dan menunjukkan potensinya di ruang kenegaraan, kita sedang membangun sebuah pesan bahwa setiap anak Indonesia memiliki tempat yang setara dalam perjalanan bangsa ini,” ujarnya.

Angkie juga menyoroti pentingnya kehadiran pemimpin secara langsung dalam memberikan dukungan kepada anak-anak penyandang disabilitas. Menurut dia, perhatian tersebut dapat berdampak pada kepercayaan diri mereka.

“Terlebih bagi anak-anak penyandang disabilitas, kehadiran seorang pemimpin dapat memberikan pesan yang sangat kuat: bahwa mereka terlihat, didengar, dihargai, dan diakui keberadaannya,” katanya.

Dia berharap keterbukaan ruang bagi komunitas disabilitas dapat diperluas ke berbagai daerah. Angkie mengingatkan, upaya mewujudkan inklusi tidak cukup hanya dengan memberikan undangan ke ruang-ruang penting, tetapi juga harus disertai kesempatan nyata untuk berkembang.

“Keberhasilan inklusi bukan diukur dari seberapa sering penyandang disabilitas diundang ke ruang-ruang penting, tetapi dari seberapa besar kesempatan yang benar-benar terbuka bagi mereka setelahnya,” pungkas Angkie.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya