Diduga Keracunan Makanan, Belasan Siswa SD di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit

Murid-murid mengalami gejala mual, muntah, dan lemas usai menyantap sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 09 Oktober 2026, 17:10 WIB
Siswa SD Negeri 060870 diduga keracunan makanan usai menyantap menu makan MBG. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Suasana di SD Negeri 060870 Jalan Krakatau, Medan, Sumatera Utara, mendadak gempar pada Jumat (9/10/2026) siang.

Belasan murid di sekolah dasar tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Imelda Medan setelah mengalami gejala mual, muntah, dan lemas usai menyantap sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka.

Peristiwa yang diduga akibat keracunan makanan ini langsung memicu kekhawatiran mendalam di kalangan keluarga siswa.

Sejumlah murid yang mengeluhkan gangguan kesehatan usai mengonsumsi hidangan tersebut harus segera mendapatkan tindakan medis darurat dan perawatan intensif di ruang perawatan.

Salah seorang anggota keluarga korban, Heri Setiawan, menceritakan detik-detik saat menerima kabar mengenai kondisi cucunya yang mendadak tumbang usai menyantap makan bersama di sekolah.

Pihak keluarga terkejut setelah mendapat informasi bahwa sang cucu sudah berada di rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB.

Mendengar kabar buruk tersebut, Heri bergegas menghubungi ibu korban dan langsung meluncur ke Rumah Sakit Imelda untuk memastikan kondisi cucunya secara langsung. Tiba di lokasi, ia mendapati cucunya dalam kondisi lemas tak berdaya.

“Ketika saya sampai di sini, langsung saya lihat memang keadaannya pusing, lemas. Sekarang juga masih diinfus,” ujar Heri saat ditemui di rumah sakit.

Heri mengaku belum mengetahui secara mendetail jenis makanan yang disajikan kepada para siswa pada hari itu. Namun, berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari pihak sekolah dan rekan-rekan siswa, sajian MBG yang dibagikan terdiri atas menu makanan utama dan susu.

Tak lama setelah menyantap hidangan tersebut, para murid mulai mengeluhkan rasa mual hebat hingga muntah-muntah, yang kemudian direspons cepat oleh pihak sekolah dengan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kejadian yang menimpa belasan anak ini membuat Heri dan para orang tua murid merasa prihatin. Dia meminta pemerintah serta instansi terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan, kebersihan, dan pengawasan kualitas bahan pangan yang disajikan dalam program nasional tersebut agar keselamatan anak-anak di sekolah terjamin.

Melihat jatuhnya korban anak-anak sekolah dasar, Heri secara tegas mendesak pemerintah untuk mengevaluasi total pelaksanaan program tersebut, bahkan mengambil tindakan ekstrem jika standar keamanan pangan tidak dapat dijamin secara menyeluruh.

“Jadi saran saya buat kepala SPPG atau pemerintah, kalau bisa ditutup saja karena sudah terlalu banyak korban,” harapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya