Pramono Ungkap Kendala Buat Pembangkit Listrik dari Sampah di Jakarta

Pramono berharap proyek ini segera berjalan untuk kelola neraca sampah ibu kota.

oleh Tisha Maulida FazriahDiterbitkan 08 Oktober 2026, 00:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Tisha Maulida).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan perkembangan terbaru terkait pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di ibu kota.

"Jadi untuk pembangkit listik tenaga sampah di Jakarta itu ada dua, satu Bantargebang, kedua Tunjungan," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Pramono mengakui kendala utama pembangunan PLTSa di Jakarta terletak pada penyediaan lahan akibat regulasi baru.

"Karena peraturan yang baru dan di Jakarta ini kan penyediaan tanah relatif menjadi problem. Tapi akhirnya kemarin sudah ada jalan keluar, termasuk yang di Bantargebang segera akan diselesaikan," ungkap Politikus senior PDIP ini.

Meski progresnya belum pasti, Pramono menargetkan proyek tersebut bisa mulai dibangun sebelum akhir tahun ini.

"Mudah-mudahan termasuk di batch 3 dalam waktu sebelum akhir tahun ini bisa dibangun. Karena kami mendorong agar neraca sampah di Jakarta, baik untuk pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), Refuse-Derived Fuel (RDF) Rorotan maupun Refuse-Derived Fuel (RDF) Bantargebang sudah bisa berjalan,” ungkap Pramono.

Dia menegaskan, kehadiran dari TPS 3R (reduce, reuse, recycle) ini harus terus didorong agar iklim ekosistem sampah di Jakarta semakin terkelola dengan baik.

"Setelah Ingub Nomor 5 Tahun 204 kita keluarkan, kahir harap, mudah-mudahan pengaturan sampah di Jakarta semakin baik," kata Pramono.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya