Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I Nurul Arifin mengatakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI perlu menjadi momentum untuk memperkuat keamanan dan perlindungan masyarakat di Papua.
Hal tersebut menyusul adanya kontak tembak antara prajurit TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang terjadi akhir-akhir ini.
Advertisement
Nurul menilai HUT ke-81 TNI harus menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI bukan hanya diukur dari kemampuan menghadapi ancaman, tetapi juga dari kemampuan memberikan rasa aman kepada rakyat.
"Di Papua, keamanan dan pembangunan harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat hidup dengan tenang dan pembangunan terus berlangsung," katanya, seperti dilansir Antara, Selasa (6/10).
Dia mengatakan situasi keamanan di Papua memerlukan penanganan yang profesional, terukur, dan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat sipil. Penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata, kata dia, harus dilakukan dengan tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan.
Selain itu, dia mengatakan penanganan persoalan keamanan di Papua tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan. Stabilitas, kata dia, perlu diikuti dengan pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Yang kita harapkan adalah terciptanya Papua yang aman sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas, anak-anak bisa bersekolah dan pembangunan bisa berjalan. Karena itu, pendekatan keamanan harus berjalan bersama pendekatan pembangunan dan kesejahteraan," ucap Nurul.
Karena itu, dia meminta agar TNI benar-benar menjaga kepercayaan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat, sebut dia, harus memberikan rasa perlindungan bagi masyarakat dengan semakin profesional dalam bertugas, semakin dekat dengan rakyat, dan semakin mampu menghadapi berbagai tantangan pertahanan dan keamanan.
"Yang paling penting, kekuatan itu pada akhirnya harus bermuara pada terciptanya rasa aman dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kontak Senjata
Adapun TNI dan kelompok bersenjata OPM terlibat kontak tembak di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Sabtu (3/10).
Panglima Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengatakan dua pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata tersebut.
Kedua pimpinan OPM yang tewas tersebut adalah Komandan Komando Wilayah Pertahanan II TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Arso Aisnak dan Komandan Batalyon TPNPB-OPM Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya Yohanes KY.