UNAIR Lantik 24 Dokter Hewan, Wabup Banyuwangi Mujiono Ajak Perkuat Keamanan Pangan

Setelah dilantik, puluhan dokter hewan resmi menjadi tenaga veteriner yang siap mengabdi kepada masyarakat.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 30 September 2026, 16:54 WIB
FIKKIA UNAIR Lantik 24 Dokter Hewan, Wabup Mujiono Ajak Perkuat Keamanan Pangan

Liputan6.com, Jakarta - Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melantik dan mengambil sumpah 24 dokter hewan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekjen Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) Drh. Andi Wijanarko, Ketua PDHI Wilayah Jatim IV Drh. Risa Isna Fahziar, Sekretaris Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Dr. I Made Narsa, para dosen, serta keluarga para dokter hewan yang dilantik.

Sebanyak 24 dokter hewan tersebut merupakan lulusan kedua Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FIKKIA UNAIR Banyuwangi. Mereka tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, mereka telah menempuh pendidikan sarjana selama 3,5 hingga 4 tahun, kemudian melanjutkan pendidikan profesi selama satu tahun. Setelah dilantik, mereka resmi menjadi tenaga veteriner yang siap mengabdi kepada masyarakat.

“Selamat kepada para dokter hewan yang baru saja dilantik. Semoga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wabup Mujiono.

Dalam kesempatan tersebut, Mujiono menekankan pentingnya peran dokter hewan dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan asal hewan.

“Dokter hewan memegang peran penting dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan asal hewan, khususnya penyediaan protein hewani yang sehat, bermutu, dan halal,” tuturnya.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi sektor peternakan dan kesehatan hewan semakin kompleks. Tantangan tersebut antara lain ancaman penyakit zoonosis dan lintas spesies, resistensi antimikroba, ketahanan pangan, hingga perubahan iklim yang berdampak langsung pada sektor peternakan dan lingkungan.

Banyuwangi, lanjutnya, memiliki basis peternakan rakyat yang kuat, mulai dari sapi potong, sapi perah, unggas, hingga perikanan. Seluruh sektor tersebut berkontribusi penting terhadap perekonomian daerah dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Di sinilah dokter hewan dibutuhkan. Bukan hanya untuk mengobati, tetapi untuk mencegah penyakit, meningkatkan produktivitas, menekan kematian ternak, dan meningkatkan kesejahteraan peternak,” kata Mujiono.

Sementara itu, Dekan FIKKIA UNAIR Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.B.S.(K)., berharap para dokter hewan yang baru dilantik dapat mengabdi serta mengamalkan ilmu yang diperoleh secara profesional dan bertanggung jawab.

Ia menjelaskan PPDH FIKKIA UNAIR Banyuwangi memiliki keunggulan yang membedakannya dari program serupa di kampus lainnya.

“Di sini kami fokus pada konservasi satwa liar. Ini kami pilih sebagai bentuk dukungan terhadap Banyuwangi, khususnya dalam upaya pelestarian satwa khas dan pengembangan pariwisata,” kata dia.

Rahadian juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap pengembangan FIKKIA Banyuwangi. Menurut dia, kehadiran UNAIR Kampus Banyuwangi tidak terlepas dari dukungan Pemkab Banyuwangi, baik dalam proses pendirian maupun pengembangannya hingga saat ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya