Kala Tom Lembong Temui dan Dukung Nadiem Usai Banding

Tom Lembong sampaikan empati kepada Nadiem Makarim.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 24 September 2026, 19:10 WIB
Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong memberikan dukungan ke Nadiem Makarim di Pengadilan Tinggi Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Foto: Liputan6.com/Devira Prastiwi).

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong memberikan dukungan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dengan menghadiri sidang putusan banding kasus korupsi Chromebook di Pengadilan Tinggi Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Tom Lembong menilai masih banyak jaksa dan hakim yang memiliki niat baik dalam menjalankan tugasnya. Namun, menurut dia, kondisi yang terjadi saat ini membuat para aparat penegak hukum berada dalam situasi yang tidak mudah.

"Yang paling menarik buat saya hari ini adalah memperhatikan wajah-wajah para jaksa dan para hakim. Dan kalau saya membaca bahasa tubuh mereka, saya merasa mereka juga tertekan," ujar Tom usai sidang di Pengadilan Tinggi Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Dia mengatakan, hal itu sejalan dengan keyakinannya sejak awal bahwa masih banyak jaksa dan hakim yang baik. Namun, menurut Tom, kondisi dalam sistem penegakan hukum saat ini dinilai belum kondusif.

"Jadi, ini konsisten dengan pandangan saya dari dulu bahwa masih banyak jaksa yang baik, masih banyak hakim yang baik, tapi memang kondisi sedang tidak kondusif," ucap dia.

Tom pun menyatakan mendukung pernyataan Nadiem yang sebelumnya menyebut masih ada orang-orang baik di institusi penegak hukum.

"Tapi ini memang wujudnya kita perlu pertanggungjawaban dari pimpinan, pimpinan lembaga, pimpinan cabang yudikatif," kata Tom.

 

Paham Kondisi

Tom pun mengaku memahami beratnya kondisi yang dihadapi orang-orang yang menjadi korban kriminalisasi, termasuk dirinya dan keluarganya. Di sisi lain, dia juga menyampaikan empati kepada aparat penegak hukum yang menurutnya berada dalam situasi sulit.

"Bagi kami-kami korban kriminalisasi, tentunya ujian berat ya, ujian berat bagi kami dan keluarga kami. Tapi saya juga punya empati terhadap anggota aparat dan anggota cabang yudikatif. Yang kebanyakan menurut saya orang baik, tapi ya realita dalam pemerintahan, kalau tidak mengikuti perintah, ya bertentangan dengan atasan," tutur dia.

Menurut Tom, situasi tersebut juga menjadi beban bagi sebagian aparat penegak hukum yang harus menjalankan perintah atasannya. Dia berharap semakin banyak masyarakat memahami persoalan tersebut dan mendorong perbaikan dalam sistem peradilan.

"Jadi, hari ini ada kemajuan dan juga kemunduran justru kepikiran ya, bagi banyak teman-teman kita di aparat penegak hukum, sistem peradilan, juga menginginkan yang baik dan benar. Dan beban, beban batin bagi mereka-mereka yang terpaksa menjalankan perintah atasan atau norma-norma," kata dia.

"Saya kira semakin banyak publik menyadari ini bukan hal yang benar, bukan hal yang baik. Moga-moga kita sih bisa menemukan kedamaian, kebangkitan," sambung Tom.

 

Perkara yang Jerat Nadiem

Tom kemudian menanggapi pertanyaan mengenai apakah Nadiem layak dibebaskan. Dia mengatakan persoalan tersebut seharusnya tidak dilihat dari sisi popularitas atau dukungan terhadap sosok tertentu, melainkan berdasarkan perkara hukum yang dihadapi.

"Saya tahu bahwa Pak Nadiem mungkin tidak sepenuhnya diterima di semua kalangan. Bahkan di kalangan saya sendiri pun Pak Nadiem bisa menuai pro dan kontra," kata dia.

"Tapi ini bukan masalah popularitas. Ini masalah keadilan. Dan saya kira dalam hal hukum, yang harus kita fokus, harus fokus, kita harus konsentrasi adalah apakah Pak Nadiem atau terdakwa yang lain memang bersalah atas tuduhan-tuduhan yang dituangkan dalam dakwaan tersebut," lanjut Tom.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya