Liputan6.com, Jakarta - Aparat gabungan kembali menggelar razia di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Rabu (23/9/2026). Operasi yang dipimpin langsung Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, ini melibatkan personel TNI, Polri, Brimob, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, mengatakan razia yang dilakukan merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) dalam rangka meningkatkan pemberantasan barang terlarang. Selain itu, pelaksanaan razia merupakan upaya deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Advertisement
"Pada malam ini Rutan Depok melaksanakan razia gabungan dan kami bersinergi dengan unsur TNI, Polri, Brimob, serta BNNK Kota Depok. Kami melaksanakan razia di empat blok hunian dan melaksanakan tes urine kepada 50 warga binaan secara acak," ujar Galih.
Dari hasil pemeriksaan, 50 warga binaan yang dites urine secara acak dinyatakan negatif narkoba. Petugas juga memastikan tidak ditemukan handphone dan narkoba di dalam kamar hunian.
"Alhamdulillah hasilnya adalah zero handphone, zero senjata tajam, juga zero narkoba, serta hasil tes urine negatif," jelas Galih.
Pada razia tersebut, petugas hanya menemukan sejumlah benda yang berpotensi disalahgunakan, seperti kabel, parfum botol kaca, korek api gas, serta sendok dan garpu besi.
Galih mengungkapkan razia gabungan akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif.
"Razia ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan Rutan Kelas I Depok tetap aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang. Kami juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, Brimob dan BNN," ungkap Galih.
Musnahkan Barang Terlarang
Sebelumnya, Rutan Depok juga telah memusnahkan sejumlah barang terlarang hasil razia blok hunian periode Mei hingga September 2026 pada Kamis, 10 September 2026. Total ada 185 barang yang disita, di antaranya ponsel, korek api gas, hingga benda rakitan yang dianggap berbahaya.
Kegiatan tersebut diawali dengan penguatan jajaran pengamanan. Galih didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Bogi Nurseto, mengingatkan seluruh petugas untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Pengamanan merupakan tanggung jawab bersama. Laksanakan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan profesional. Tingkatkan kewaspadaan serta selalu berpedoman pada SOP yang berlaku," tuturnya.
Usai penguatan, Rutan Depok menggelar tes urine terhadap seluruh petugas sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.