Pacu Investasi, Pemerintah Buka Ruang Dialog Publik

Presiden Prabowo Subianto membeberkan capaian investasi dan dampak program ekonomi daerah terhadap pembukaan lapangan kerja, sembari memperkuat komunikasi publik pemerintah.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 23 September 2026, 07:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat di Istana Kepresidenan. (Foto: Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memaparkan perkembangan investasi nasional dan dampak program ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat komunikasi publik.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sepanjang 2025, realisasi investasi di Indonesia mencatatkan angka Rp1.931 triliun dan membuka sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru. Sementara itu, hingga Juni 2026, nilai investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penyerapan sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

"Ini 2,7 juta lapangan kerja baru 2025. Nah, sekarang, ini ilmu makroekonomi. Bahwa satu persen pertumbuhan itu menghasilkan 400 ribu lapangan kerja," ujar Prabowo.

Selain memacu arus investasi, pemerintah juga menggerakkan kegiatan ekonomi di tingkat desa melalui program penunjang seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok lokal yang melibatkan petani, peternak, hingga pemasok bahan pangan setempat.

"MBG kalau nanti sampai ke puncaknya 30 ribu dapur, satu dapur employ gaji 50 orang. Nah, 30 ribu kali 50, 1,5 juta. Belum supplier. Tiap dapur berada di desa, dia spend rata-rata up to Rp6 juta sehari," kata Prabowo.

 

Komunikasi Transparan Patut Diikuti Jajaran Menteri

Di sisi lain, langkah Presiden Prabowo yang membuka dialog langsung bersama para pemimpin redaksi media dan podcaster mendapat apresiasi dari pengamat politik Bawono Kumoro. Menurut Bawono, keterbukaan tersebut memberikan dampak positif bagi pola komunikasi publik pemerintah.

“Wawancara Presiden Prabowo dengan para pemimpin redaksi media massa dan podcaster itu membalikkan penilaian negatif tersebut,” kata Bawono.

Bawono menambahkan, pendekatan komunikasi transparan ini patut diikuti oleh jajaran Kabinet Merah Putih guna mengoptimalkan penyampaian informasi program kerja kepada masyarakat secara luas.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya