Penyebab Kebakaran yang Hanguskan 18 Rumah di Kebayoran Lama

Kebakaran di Kebayoran Lama menghanguskan 18 rumah dan empat tempat usaha tanpa korban jiwa.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 23 September 2026, 08:14 WIB
Kronologi Kebakaran di Kebayoran Lama, Api dari Kontrakan Menjalar ke Bangunan Belakang

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 18 rumah dan empat tempat usaha terbakar dalam kejadian tersebut.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal mengatakan kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik.

"Untuk penyebab kebakaran sendiri diduga dari korsleting listrik di salah satu rumah," ungkap Asril dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Asril mengatakan kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi menyebabkan 150 jiwa kehilangan tempat tinggal.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 150 jiwa harus kehilangan tempat tinggal," kata Asril.

Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait kebakaran yang telah membesar pada pukul 20.31 WIB melalui saluran telepon darurat.

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran dengan 128 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar 18 rumah dan empat tempat usaha di atas lahan seluas 1.205 meter persegi.

Api berhasil dilokalisir pada pukul 21.20 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan mulai pukul 21.33 WIB hingga seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 24.00 WIB.

Awal Titik Api

Sementara itu, Ketua RT 05/01 Kebayoran Lama Utara, Nanang, mengatakan api pertama kali muncul dari sebuah rumah kontrakan sebelum dengan cepat menjalar ke bangunan lainnya. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tetapi tidak berhasil.

"Api cepat sekali membesar, walaupun di lokasi tersebut masih ada rintikan air hujan. Untungnya, petugas segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak menjalar ke bangunan gedung ataupun wilayah yang terpisah dengan gang," tutur Nanang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya